Polisi merilis kasus kematian narapidana kabur Cai Changpan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 19 Oktober 2020. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Polisi merilis kasus kematian narapidana kabur Cai Changpan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 19 Oktober 2020. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Hambatan Pengejaran Cai Changpan: Hobi Berburu Hingga Kuasai Medan

Nasional narapidana narkoba tahanan kabur
Siti Yona Hukmana • 20 Oktober 2020 01:04
Jakarta: Terpidana mati asal Tiongkok, Cai Changpan alias Cai Ji Fan, ditemukan tidak bernyawa. Polisi mengakui ada sejumlah hambatan dalam pengejaran bandar narkoba yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Tangerang, Banten, itu.
 
"Karena Cai mempunya istri yang tinggal di Tenjo cukup lama yaitu dari 2003, hampir 17 tahun jadi dia sangat mengusai Hutan (Tenjo) tersebut," kata Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal (Irjen) Nana Sudjana di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 19 Oktober 2020.
 
Menurut dia, Cai memiliki hobi berburu. Dia terbiasa keluar masuk Hutan Tenjo, Bogor, Jawa Barat. Fakta itu didapati dari hasil keterangan sejumlah warga setempat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selama pencarian dari Senin, 14 September 2020, sampai Sabtu, 17 Oktober 2020, total 291 personel dikerahkan menyisir Hutan Tenjo. Mereka berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Tangerang, dan Lapas Kelas 1 Tangerang dan Brimob Polri.
 
Petugas menerima informasi dari kepala desa setempat bila ada orang mencurigakan di pabrik pembakaran ban di Hutan Jasinga yang bersebelahan dengan Hutan Tenjo pada Jumat, 16 Oktober 2020. Tim kemudian menemukan Cai dalam keadaan gantung diri pada Sabtu, 17 Oktober 2020.
 
"Hasil identifikasi bahwa beberapa ciri-ciri identik dengan Cai Changpan mulai dari sidik jari, beberapa tato ini identik," beber Nana.
 
Menurut Nana, terpidana mati itu bunuh diri karena kehabisan akal. Pasalnya, tempat pelariannya sudah dikepung aparat kepolisian.
 
"Sehingga ada rasa yang bersangkutan merasa bahwa tempat dia berlindung sudah sulit karena anggota kami mobil. Jadi ada jalan pintas di pikirannya akhirnya bunuh diri. Ini hasil analisa kami dari 291 personel," imbuh Nana.
 
Nana memastikan Cai tewas karena bunuh diri. Kepastian itu dinyatakan setelah mengantongi hasil autopsi dari tim medis Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
 
"Penyebab matinya orang (Cai) adalah akibat kekerasan tumpul pada leher yang menyumbat jalan napas sehingga mengakibatkan mati lemas," jelas jenderal bintang dua itu.
 
Dia menuturkan ada tiga penjelasan dokter dari hasil pembedahan jenazah Cai Changpan. Pertama, ada luka lecet tekan di leher dari kiri bawah ke kanan atas. Kedua, tidak ditemukan luka-luka lain. Ketiga, tidak ditemukan kandungan alkohol dalam tubuh Cai.
 
Jenazah Cai masih berada di RS Polri. Polisi segera menyerahkannya ke Lapas Kelas 1 Tangerang.
 
Baca: Kisah Tim Pencari Cai Changpan, Terjunkan 190 Personel Hingga Bertemu Genderuwo
 
Terpidana hukuman mati itu kabur dari Lapas Kelas 1 Tangerang pada Senin malam, 14 September 2020. Cai Changpan melarikan diri dengan melubangi kamar tahanan sampai gorong-gorong di belakang Llapas.
 
Lubang sepanjang 30 meter itu dibuat selama delapan bulan. Cai disebut menggali lubang menggunakan alat dari lokasi pembangunan dapur di Lapas.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif