Plt juru bicara KPK Ali Fikri. Medcom.id/Arga Sumantri
Plt juru bicara KPK Ali Fikri. Medcom.id/Arga Sumantri

KPK Jamin Perubahan Struktur Tak Lihat Latar Belakang Instansi

Nasional kpk polri ASN
Fachri Audhia Hafiez • 07 Januari 2021 11:06
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menepis tudingan struktur organisasi internal Lembaga Antirasuah diubah dengan melihat latar belakang instansi. Sejumlah pihak menyorot banyaknya perwira Polri yang mengisi posisi strategis di KPK usai pergantian formasi jabatan.
 
"Pengisian jabatan eselon II tersebut tentu tidak melihat dari sisi latar belakang instansi asal," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Kamis, 7 Januari 2021.
 
Pejabat yang dilantik pada Rabu, 6 Januari 2021, telah memenuhi syarat setara dengan eselon sebelumnya. Baik mereka yang dipercaya menjadi koordinator wilayah (korwil) maupun eselon II di dalam lembaga.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perwira Polri mengisi 7 dari 21 jabatan tinggi struktural yang dilantik Ketua KPK Firli Bahuri. Pengukuhan pejabat struktural ini, lanjut Ali, merujuk pada Peraturan Komisi Pemberantasan Korupsi (Perkom) Nomor 7 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja KPK. Aturan ini punya konsekuensi pada pengisian jabatan.
 
Salah satunya, jabatan yang sama dikukuhkan dengan personel serupa. Kemudian nama jabatan yang berubah dijabat oleh personel yang sama atau dari eselon setingkat.
 
"Berikutnya untuk jabatan yang baru, sementara dijabat oleh pelaksana tugas," ujar Ali.
 
Baca: KPK Ogah Disebut Berstruktur Gemuk karena Susun Ulang Jabatan
 
Perubahan struktur internal KPK mendapat sorotan dari Indonesia Corruption Watch (ICW). Kelompok masyarakat sipil ini menyoroti adanya sembilan perwira tinggi Polri yang kini mengisi KPK.
 
"Pascapelantikan, setidaknya ada sembilan perwira tinggi Polri yang bekerja di KPK, di antaranya tujuh pada level direktur, satu pada level deputi, dan satu pada level pimpinan," kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana dalam keterangan tertulis, Rabu, 6 Januari 2021.
 
Sembilan pejabat perwira polisi yang dimaksud, di antaranya Ketua KPK Komjen Firli Bahuri dan Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK Irjen Karyoto. Sementara itu, posisi direktur yang dimaksud ialah Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK Brigjen Kumbul Kuswidjanto Sudjadi dan Direktur Koordinasi Supervisi I KPK Brigjen Didik Agung Widjanarko.
 
Kemudian, Direktur Koordinasi Supervisi II KPK Brigjen Yudhiawan, Direktur Koordinasi Supervisi III KPK Brigjen Bahtiar Ujang Purnama dan Direktur Penyidikan KPK Brigjen Setyo Budiyanto. Lalu, Direktur Penyelidikan KPK Brigjen Endar Priantoro dan Direktur Monitoring KPK Brigjen Agung Yudha Wibowo.
 
Baca: Novel: Pimpinan KPK Sibuk Memperbanyak Pejabat di Internal
 
Penyidik KPK Novel Baswedan juga menyoroti hal serupa. Novel menilai pimpinan KPK sibuk memperbanyak pejabat, tapi kurang mengoptimalkan pemberantasan korupsi.
 
"Saat ini yang terjadi justru jabatan eselon I dan II di KPK yang jumlahnya 21 jabatan, tujuh diisi oleh perwira Polri artinya sepertiganya," ucap Novel.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif