Polisi Usut Kasus Rekaman Rini-Sofyan
Wakapolri Komjen Syafruddin--Antara/Wahyu Putro
Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah melaporkan penyebaran rekaman pembicaraan antara Menteri BUMN Rini Sumarno dan Dirut PLN Sofyan Basir. Wakapolri Komjen Syafruddin pun memastikan mengusut tuntas kasus ini. 

"Semua laporan publik apa pun, sepanjang itu logis, ada unsurnya, akan ditindak," kata Syafruddin di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis, 3 Mei 2018.

Syafruddin tak tahu pasti kapan pengusutan kasus dimulai. Dia juga belum mendapatkan laporan tentang kasus itu dari jajarannya. "Saya cek nanti, saya enggak begitu hafal, (nanti) ditangani penyidik," jelas dia. 


Baca: PDIP Minta Rekaman Rini dan Sofyan Basir Ditelusuri

Rini Soemarno tidak ingin lama-lama memproses hukum penyebar rekaman pembicaraannya dengan Dirut PT PLN (Persero) Sofyan Basir pada akhir 2016 lalu. Melalui kuasa hukumnya, Rini mengaku telah membuat laporan pengaduan ke polisi.

"Jadi kemarin (Selasa) saya berikan kuasa untuk pengaduan dan pelaporan kepada Polisi. Sekarang sudah diserahkan kepada polisi prosesnya, kita menunggu saja secara hukum hasil dari penyidikan polisi," ujar Rini seusai meninjau proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, di Jakarta, Rabu, 2 Mei. 



Sebelumnya, Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro, membenarkan adanya percakapan antara Rini Soemarno dan Sofyan Basir tersebut. Namun, percakapan keduanya yang beredar di media sosial telah dipotong.

Adapun proyek penyediaan energi yang dimaksud akhirnya tidak terealisasi karena dianggap belum meyakinkan dapat memberi keuntungan optimal, baik untuk Pertamina maupun PLN.

Sementara itu Wakil Presiden Jusuf Kalla meyakini isi percakapan Rini Soemarno dengan Sofyan Basir dalam rekaman bukan membahas soal fee.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id