Direktur RS Medika Permata Hijau Benarkan Tindakan Dokter Michael

Damar Iradat 26 April 2018 20:45 WIB
korupsi e-ktp
Direktur RS Medika Permata Hijau Benarkan Tindakan Dokter Michael
Direktur Utama RS Medika Permata Hijau, dr Hafil Budianto Abdulgani usai menjalani pemeriksaan di KPK -- Antara/ Reno Esnir.
Jakarta: Direktur Rumah Sakit Medika Permata Hijau Hafil Budiyanto mendukung sikap dokter IGD Michael Chia Cahaya yang menolak menangani Setya Novanto. Dokter memiliki hak untuk menolak pasien.

"Ya betul, sikap dokter Michael dibenarkan," kata Hafil saat bersaksi dalam sidang perkara merintangi penyidikan kasus korupsi KTP elektronik dengan terdakwa Fredrich Yunadi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis 26 April 2018.

Hafil menjelaskan, dokter Michael saat itu memang menjadi penanggungjawab IGD. Saat Novanto dilarikan ke RS Medika Permata Hijau, Michael menolak memeriksa Novanto.


Saat itu, Michael menolak lantaran diminta membuat diagnosis pasien yang belum ada di rumah sakit. Hafil menyebut, dari laporan yang ia terima, Michael saat itu diminta untuk membuat diagnosis jika Novanto mengalami kecelakaan.

"Itu adalah hak beliau (Michael). Saya tidak lihat pasien, maka saya tidak mau buat surat rawat," tuturnya.

Dalam kasus ini, pengacara Novanto, Fredrich Yunadi didakwa telah melakukan rekayasa agar Setya Novanto dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Hal itu dalam rangka menghindari pemeriksaan oleh penyidik KPK.

Kepala IGD Rumah Sakit Medika Permata Hijau Dokter Michael Chia Cahaya yang sempat dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan mengaku curiga saat mendengar rumah sakitnya bakal menerima Setya Novanto sebagai pasien. Sebab, kala itu Novanto tengah diburu KPK.

Ia mengaku mengetahui jika Fredrich, mantan pengacara Novanto, meminta dibuatkan keterangan jika mantan Ketua DPR RI itu mengalami kecelakaan mobil. Ketika itu, ia menduga ada yang tidak beres.

Michael kemudian memutuskan untuk menolak permintaan tersebut. Selain mencurigakan, permintaan Fredrich menyalahi kode etik profesi dokter.



(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id