NEWSTICKER
Anggota Komisi XI Fraksi PAN, Sukiman. Foto: MI/Rommy Pujianto
Anggota Komisi XI Fraksi PAN, Sukiman. Foto: MI/Rommy Pujianto

Legislator PAN Berkelit Atur DAK Pegunungan Arfak

Nasional kasus korupsi
Fachri Audhia Hafiez • 09 September 2019 19:20
Jakarta: Anggota Komisi XI Fraksi PAN, Sukiman, membantah mengatur Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, Tahun Anggaran (TA) 2017. Ia berkelit terlibat usulan dana bernilai miliaran rupiah tersebut.
 
"Saya tidak pernah menyuruh, meminta dan supaya dia (tenaga ahli anggota DPR Fraksi PAN, Suherlan) meminta fee. Apalagi menyuruh supaya meminta anggaran," ujar Sukiman saat diperiksa sebagai saksi untuk terdakwa eks pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pegunungan Arfak, Natan Pasomba, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 9 September 2019.
 
Sukiman tak mengakui rekonstruksi yang dilakukan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di rumah dinasnya, Kompleks DPR Kalibata, Jakarta Selatan, 22 Juli 2019. Dia menuding kasusnya direkayasa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ya memang tidak pernah terjadi Pak. Itu bohong," ujar Sukiman.
 
Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga mencecar Sukiman terkait pertemuan dengan Natan dan Kepala Seksi Perencanaan DAK Fisik Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan pada Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Rifa Surya. Sukiman membantah pertemuan itu.
 
Dia juga mengaku jarang bertemu dengan Suherlan yang merupakan tenaga ahli di DPR. "Saya tidak menerima (melakukan) pertemuan dan tidak pernah menerima usul," ujar Sukiman.
 
JPU KPK mengingatkan Sukiman telah disumpah. Jaksa meminta Sukiman jujur di muka persidangan. Jaksa menekankan Sukiman harus mempertanggungjawabkan semua keterangannya.
 
Natan Pasomba didakwa menyuap Sukiman Rp2,65 miliar dan USD22 ribu. Suap diberikan agar Kabupaten Pegunungan Arfak mendapat alokasi anggaran dari APBN TA 2017, APBN-Perubahan TA 2017, dan APBN TA 2018. Uang rasuah juga diberikan kepada Rifa Surya Rp1 miliar dan Suherlan Rp400 juta.
 
Natan didakwa melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif