Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Foto: Adin/Medcom.id
Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Foto: Adin/Medcom.id

KPK Fasilitasi Sidang Etik Wahyu Setiawan

Nasional OTT KPK
M Sholahadhin Azhar • 15 Januari 2020 12:11
Jakarta: Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan bakal menjalani sidang etik yang dilakukan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Sidang etik akan digelar di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta.
 
"Untuk kegiatan DKPP, tadi sudah datang ke KPK untuk koordinasi, prinsipnya KPK memberikan izin giat dimaksud, akan memfasilitasi tempat di KPK," kata plt juru bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Rabu, 15 Januari 2020.
 
Plt Ketua DKPP Muhammad menjabarkan mekanisme sidang. Pengadilan etik Wahyu bersifat tertutup. Namun, awak media bisa meliput melalui siaran langsung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"KPK mengizinkan untuk dilakukan live streaming. Nanti ada koordinasi teknisnya," kata Muhammad.
 
Sidang etik Wahyu bakal berlangsung pukul 14.00 WIB. DKPP bakal menghadirkan KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sebagai penuntut.
 
Muhammad memastikan sidang etik tak akan masuk ke ranah dugaan korupsi yang menjerat Wahyu. DKPP hanya mengadili dugaan pelanggaran etik yang dilaporkan KPU dan Bawaslu.
 
"Jadi, kami tentu sangat memperhatikan kewenangan DKPP dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 yaitu dalam rangka memeriksa dan memutus penyelenggara pemilu yang diduga melanggar etik," kata Muhammad.
 
Pantauan Medcom.id, Wahyu telah dihadirkan di KPK. Wahyu datang di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 10.30 WIB.
 
KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Wahyu pada Rabu, 8 Januari 2020. Wahyu diduga menerima suap untuk mengupayakan pergantian antarwaktu (PAW) calon anggota legislatif (caleg) PDI Perjuangan Harun Masiku.
 
KPK juga menyita uang Rp400 juta dalam pecahan mata uang dolar Singapura saat OTT di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Sebelumnya, Wahyu juga diduga telah menerima suap Rp200 juta.
 
Lembaga Antirasuah menetapkan empat tersangka dalam kasus ini. Wahyu Setiawan dan orang kepercayaannya sekaligus mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Agustiani Tio Fridelina, menjadi tersangka penerima suap.
 
Kader PDI Perjuangan Harun Masiku dan pihak swasta, Saeful, menjadi tersangka penyuap. Saeful diduga menjadi staf di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan.
 

 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif