Tersangka pembuat hoaks server KPU berinisial WN - Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.
Tersangka pembuat hoaks server KPU berinisial WN - Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.

Tersangka Pembuat Hoaks Situng KPU Menyesal

Nasional hoax
Theofilus Ifan Sucipto • 17 Juni 2019 19:51
Jakarta: Pembuat hoaks sistem informasi penghitungan suara Komisi Pemilihan Umum (Situng KPU) berinisial WN menyesali kesalahannya setelah ditetapkan sebagai tersangka. Ia menyampaikan permintaan maaf langsung kepada pihak KPU.
 
"Maaf, maaf, mohon maaf. Saya minta maaf kepada KPU," kata WN di Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 17 Juni 2019.
 
Saat ditanya lebih lanjut oleh awak media, dia enggan menjawab. Dia menyerahkan perkara hukum ini kepada pihak kepolisian.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Semuanya sudah di Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Mungkin bisa dipertegas dari sana, terima kasih," ujarnya.
 
Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri menangkap WN pada Selasa, 11 Juni 2019 pukul 21.45 WIB. Dia ditangkap di Jalan Mangunrejan, Kelurahan Mojogeli, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali.
 
"Tersangka diduga melakukan tindak podana menyiarkan informasi bohong tentang bocornya server KPU yang sudah disetting 57 persen untuk salah satu pasangan calon tertentu," kata Kasubdit II Dittipidsiber Bareskrim Polri Kombes Pol Rickynaldo Chairul.
 
Baca:Menkominfo Ajak Masyarakat Bijak Menggunakan Medsos
 
Rickynaldo menjelaskan WN membuat hoaks tersebut melalui sebuah video. Video itu dibuat saat WN diundang menjadi pembicara di rapat rutin koordinasi kemenangan relawan salah satu paslon di Banten.
 
Rapat tersebut berlangsung pada Rabu, 27 Maret 2019 sekira pukul 14.00 WIB di Jalan Jagarahayu nomor 45, Ciracas, Serang, Banten. Alamat itu sempat ditempati mantan Bupati Serang, MTN.
 
"Dia (WN) diminta memberi paparan terkait bocornya server KPU dan disetting angka 57 persen untuk salah satu pasangan calon," ujarnya.
 
Saat itu, kata Rickynaldo, WN menyampaikan bahwa salah satu dari tujuh lapis server KPU bocor. WN juga menuding KPU audah membuat angka 57 persen dan pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sudah menang 68 persen di 33 provinsi.
 
Video tersebut menjadi viral di media sosial pada Rabu, 3 April 2019. Masing-masing penyebar, lanjut Rickynaldo, menambahkan caption pada setiap postingannya.
 
Baca:Hoaks dalam Perspektif Sejarah dan Alquran
 
Penangkapan atas WN pun dilakukan setelah kepolisian mendapat pengaduan dari KPU pada
Kamis, 4 April 2019. Kala itu, seluruh komisioner KPU mendatangi Bareskrim Polri intuk melaporkan WN, yang saat itu identitasnya belum diketahui.
 
"Hoaks itu sangat merugikan pihak KPU sebagai penyelenggara Pemilu," jelas Rickynaldo.
 
Atas perbuatannya, WN dijerat Pasal 14 ayat 1 dan 2 Undang-undang (UU) Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau Pasal 45 ayat 3 Jo Pasal 27 ayat 3 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP dan atau Pasal 207 KUHP.
 
"Denda ancaman pidana penjara setinggi-tingginya 10 tahun dan denda paling banyak Rp750 juta," pungkas Rickynaldo.
 

(BOW)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif