Lambang KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Lambang KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto.

Dirjen Kementerian LHK Diperiksa Soal Kasus PLTU Riau

Nasional Korupsi PLTU Riau-1
Sunnaholomi Halakrispen • 17 Desember 2018 11:26
Jakarta: Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya Beracun (PSLB3) Kementerian Lingkungan dan Kehutana (KLHK) Rosa Vivien Ratnawati dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia diusut dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-I.
 
"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IM (mantan Menteri Sosial Idrus Marham)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin, 17 Desember 2018.
 
KPK juga memeriksa staf admin mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, Diah Aprilianingrum. Keterangan dari Diah akan digunakan untuk melengkapi berkas perkara Idrus Marham.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terkait kasus ini, KPK baru menetapkan tiga tersangka. Mereka adalah bos BlackGold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo (JBK), Eni Saragih, serta Idrus.
 
Eni diduga menerima uang sebesar Rp6,25 miliar dari Kotjo untuk memuluskan BlackGold sebagai penggarap PLTU Riau-I. Penyerahan uang ke Eni dilakukan bertahap, Rp4 miliar pada November-Desember 2017, dan Rp2,25 miliar pada Maret-Juni 2018.
 
Baca: Penyelidikan Baru Menyasar Sofyan Basir
 
Pada proses pengembangan kasus, KPK menetapkan Idrus. Diduga, Idrus dijanjikan akan mendapatkan bagian yang sama besar dari jatah Eni yakni senilai USD1,5 juta jika PPA Proyek PLTU Riau-I berhasil dllaksanakan oleh Kotjo dan kawan-kawan.
 
Idrus juga diduga memiliki andil atas jatah atau fee yang diterima Eni. Tak hanya itu, mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar ini juga disinyalir mendorong proses penandatangan purchase power agreement (PPM) atau jual beli dalam proyek pembangunan PLTU mulut tambang Riau-I.
 
Atas kasus ini, Kotjo telah divonis 2 tahun 8 bulan penjara dan denda Rp150 juta subsider 3 bulan kurungan. Dia terbukti menyuap Eni dan Idrus sebesar Rp 4,7 miliar.
 


 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi