KPK Mendalami Peran Pihak Lain Lewat Idrus

Juven Martua Sitompul 16 November 2018 11:39 WIB
Korupsi PLTU Riau-1
KPK Mendalami Peran Pihak Lain Lewat Idrus
Juru bicara KPK Febri Diansyah - MI/Rommy Pujianto.
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan pada mantan Menteri Sosial Idrus Marham (IM). Dia akan diperiksa sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-I.

"Pemeriksaan untuk melengkapi berkas penyidikannya sebagai tersangka," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat, 16 November 2018.

Penyidik juga memanggil seorang pihak swasta yakni Indri Savanti Purnama Sari. Dia akan diperiksa sebagai saksi untuk Idrus.


Febri tak menjelaskan detail materi pemeriksaan lain terhadap Idrus atau Indri. Diduga kuat pemeriksaan kedua orang ini untuk menesuluri peran dan keterlibatan pihak lain dalam kasus suap proyek bernilai USD900 juta tersebut, termasuk Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir.

Dalam persidangan suap PLTU Riau-I kemarin, terdakwa pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo, mengungkap adanya pertemuan dengan Sofyan Basir. Dia menyebut pertemuan itu dijembatani oleh Wakil Ketua nonaktif Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih.

Menanggapi hal itu, Febri mengaku semua fakta yang muncul dalam persidangan bakal menjadi bukti untuk menjerat bos pelat merah tersebut. "Karena di sana muncul beberapa fakta tentang pertemuan, tentang janji, tentang pengurusan proyek PLTU Riau-I," kata Febri.

(Baca juga: Kotjo Minta Diperkenalkan ke Sofyan Basir Lewat Novanto)

Nama Sofyan Basir memang berulang kali muncul dalam penyidikan atau persidangan kasus suap PLTU Riau-I. Sofyan disebut sebagai pihak yang menawarkan proyek ini kepada Setya Novanto yang saat itu masih menjabat sebagai ketua umum partai Golkar.

Sofyan juga disebut memiliki peran sakral dalam meloloskan Blackgold sebagai konsorsium penggarap proyek PLTU Riau-I. Bahkan, menurut pengakuan Eni Maulani, Sofyan sempat dijanjikan menerima fee paling banyak.

Namun, akhirnya Sofyan mendapat fee yang sama dengan Eni dan mantan menteri sosial Idrus Marham. KPK baru menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-I.

Ketiga tersangka itu yakni bos Blackgold Natural Recourses Limited Johannes Budisutrisno Kotjo, Wakil Ketua nonaktif Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih, serta mantan Menteri Sosial Idrus Marham.

Eni bersama dengan Idrus diduga menerima hadiah atau janji dari Kotjo sebesar Rp6,25 miliar secara bertahap. Uang itu adalah jatah Eni untuk memuluskan perusahaan Kotjo sebagai penggarap proyek PLTU Riau-I.

Penyerahan uang kepada Eni tersebut dilakukan secara bertahap dengan rincian Rp4 miliar sekitar November-Desember 2017 dan Rp2,25 miliar pada Maret-Juni 2018‎. Idrus juga dijanjikan mendapatkan jatah yang sama jika berhasil meloloskan perusahaan Kotjo.

(Baca juga: Sofyan Basir Terancam Fakta Persidangan)
 



(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id