PT Asuransi Jiwasaraya (Persero). Foto: MI/Ramdani
PT Asuransi Jiwasaraya (Persero). Foto: MI/Ramdani

Saksi Kasus Jiwasraya Bantah Kendalikan 13 Manajer Investasi

Nasional kejaksaan agung Jiwasraya
Juven Martua Sitompul • 15 September 2020 04:33

Kemudian PT MNC Asset Management (MNCAM), PT Maybank Asset Management (MAM), PT GAP Capital (GAPC), PT Jasa Capital Asset Management (JCAM), PT Pool Advista Asset Management (PAAA), PT Corfina Capital (CC), PT Treasure Fund Investama Indonesia (TFII), dan PT Sinarmas Asset Management (SAM).
 
Joko Hartono berkukuh tidak mengatur MI. Apalagi, dari ke 13 MI itu, ada sejumlah nama besar seperti PT Sinarmas Asset Management (SAM), Maybank, PT MNC Asset Management (MNCAM dan PT OSO Manajemen Investasi (OMI).
 
"Saya pemegang saham pun bukan. Kenal sama orangnya pun tidak. Bagaimana saya mengendalikan mereka. Kalau saya pemegang sahamnya, atasannya atau Direksinya, saya memegang wewenang dan kendali ya, mungkin saja bisa mengendalikan mereka. Namun, saya bukanlah siapa-siapa," tegasnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, mengendalikan satu MI saja susah. Dia menyebut dakwaan JPU sulit diterima akal sehat.
 
"Lah ini dituduh mengendalikan 13 MI. Itu juga susah benar mikirnya. Bagaimana caranya," ucap dia.
 
Dia kembali menegaskan tuduhan mengendalikan MI tidak masuk akal. Sebab, profesi MI itu independen yang tunduk pada ketentuan OJK. Dia juga heran dengan tuduhan mengendalikan saham di bursa.
 
"Misalnya, saya disebutkan mengarahkan saham Aneka Tambang (ANTAM) yang merupakan BUMN. Bagaimana mungkin saya mengendalikan perusahaan ANTAM yang sangat besar ini. Sahamnya juga dengan market kapitalisasi sekitar Rp10 sampai Rp12 Triliun. Manajemennya enggak kenal. Bagaimana saya mengendalikannya," kata dia.

 
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif