Lambang KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Lambang KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto.

Kronologi Penangkapan Bupati Mesuji

Nasional OTT KPK
Juven Martua Sitompul • 24 Januari 2019 21:16
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tangan Bupati Mesuji Khamami dan 10 orang lainnya di tiga lokasi di Lampung, Rabu, 23 Januari 2019. Mereka terjerat operasi tangkap tangan (OTT) KPK saat sedang bertransaksi suap.
 
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menceritakan ihwal penangkapan Khamami dan kroninya. Awalnya, KPK menerima informasi dari masyarakat tentang adanya dugaan tindak pidana korupsi di wilayah Mesuji.
 
Mendapat informasi itu, sekitar pukul 15.00 WIB, tim KPK langsung bergerak memantau tiga daerah yakni Bandar Lampung, Kabupaten Mesuji, dan Lampung Tengah. Tim KPK kemudian mengamankan Taufik Hidayat, adik Khamami, di depan sebuah toko ban di Lampung Tengah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dari lokasi, tim mengamankan uang sebesar Rp1,28 miliar dalam pecahan seratus ribu yang dimasukkan ke dalam kotak kardus air mineral," kata Basaria dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 24 Januari 2019.
 
Di lokasi yang sama, tim bergerak menangkap dua orang lainnya, yaitu rekan Taufik dan supir Khamami. Rekan Taufik diketahui sudah lebih dulu membawa uang sebesar Rp1,28 miliar yang diduga bagian suap dari pemilik PT Jasa Promix Nusantara dan PT Secilia Putri, Sibron Azis.
 
"Uang suap kemudian dititipkan di toko ban menunggu TH (Taufik Hidayat) datang ke toko ban, dan kemudian uang dipindahkan ke bagasi mobil merah," kata dia.
 
Setelah mengamankan uang itu, kata Basaria, tim KPK kemudian menangkap Sibron Azis, Kardinal si perantara suap, Khamami‎, serta Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mesuji Wawan Suhendra. Mereka selanjutnya diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif di Gedung KPK.
 
KPK akhirnya menetapkan lima orang sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek-proyek infrastruktur di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Mesuji. Mereka adalah Khamami, Taufik Hidayat, Wawan Suhendra yang juga pejabat pembuat komitmen (PPK), Sibron Azis, dan Kardinal.
 
Baca: Bupati Mesuji Jadi Tersangka Suap Infrastruktur
 
Diduga, Khamami telah menerima suap sebesar Rp1,28 miliar dari ‎Sibron Azis melalui beberapa pihak perantara. Uang tersebut diduga bagian fee atas pembangunan sejumlah proyek infrastruktur di lingkungan Kabupaten Mesuji yang berasal dari para pengusaha.
 
Atas perbuatannya, Khamami, Taufik dan Wawan selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Sementara itu, Sibron Azis dan Kardinal selaku pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.
 


 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi