Jokowi Desak MA Adil kepada Baiq Nuril

Achmad Zulfikar Fazli 19 November 2018 11:33 WIB
pelecehan seksualundang-undang ite
Jokowi Desak MA Adil kepada Baiq Nuril
Presiden Joko Widodo - Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli
Lamongan: Presiden Joko Widodo meminta Mahkamah Agung bersikap adil pada kasus Baiq Nuril. Mantan pegawai honorer di SMA 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), itu bakal mengajukan Peninjauan Kembali (PK). 

"Kita berharap MA memberikan keputusan yang seadil-adilnya," kata Jokowi di Pasar Tradisional Sidoharjo, Lamongan, Jawa Timur, Senin, 19 November 2018.

Jokowi menghormati proses hukum yang saat ini sedang berjalan. Dia tak bisa mengintervensi perkara yang menjerat Nuril 


Namun, dia mendukung Nuril mencari keadilan ke MA. Jokowi membuka ruang bagi Nuril untuk memberikan pengampunan, bila hasil putusan PK di MA tak memuaskan.

"Seandainya PK belum dapat keadilan, bisa ajukan grasi ke presiden. Kalau sudah grasi itu bagian saya," ujar dia.

(Baca juga: Kasus Nuril Dikhawatirkan Jadi Preseden)

Nuril dituding menyebarluaskan rekaman asusila yang dilakukan Kepala Sekolah SMA tersebut kepada dirinya.

Pada pengadilan tingkat pertama, Nuril diputus bebas. Namun, jaksa mengajukan kasasi. 

Mahkamah Agung menerima kasasi itu. Nuril diputuskan bersalah dan dihukum enam bulan penjara denda Rp500 juta atau pidana tiga bulan apabila tidak membayar denda. Nuril dinilai bersalah melanggar Pasal 27 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).


 



(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id