Terdakwa kasus suap PLTU Riau-1 Eni Maulani Saragih mendengarkan keterangan saksi saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor. Foto: MI/Mohamad Irfan.
Terdakwa kasus suap PLTU Riau-1 Eni Maulani Saragih mendengarkan keterangan saksi saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor. Foto: MI/Mohamad Irfan.

Eni Klaim Uang dari Pengusaha untuk Bantuan Sosial

Nasional OTT KPK Korupsi PLTU Riau-1
Damar Iradat • 26 Desember 2018 20:14
Jakarta: Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih tak menampik menerima uang dari sejumlah pengusaha. Namun, ia berdalih jika permintaan uang itu sekadar untuk corporate social responsibility (CSR) di daerah Temanggung, Jawa Tengah.
 
Eni menjelaskan, uang itu ia minta kepada teman-temannya yang kini sudah menjadi pengusaha. Menurutnya, permintaan itu juga dilontarkan dengan nada bercanda.
 
"Jadi, ini kawan lama, cuma sering bercanda. 'Eh bantuin gue dong di Temanggung, mana zakatnya, mana zakatnya. Ini buat orang susah nih'. Jadi bukan karena saya sebagai anggota DPR, tapi memang sebagai kawan," kata Eni di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 26 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, para pengusaha itu merupakan kawan lamanya sebelum ia berkecimpung sebagai anggota dewan. Eni juga mengatakan, penerimaan uang itu bukan karena paksaan atau diminta melakukan sesuatu.
 
Baca juga: Eni Bantah Uang dari Pengusaha untuk Kampanye Suami
 
Oleh karena itu, ia mengklaim, setelah tertangkap tangan dan terindikasi menerima sejumlah gratifikasi, ia berjanji bakal kooperatif dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia berharap, hal itu dapat menjadi pembuktian di hadapan majelis hakim.
 
"Jadi mudah-mudahan itu pembuktian saya, bahwa mungkin kalau ada yang salah kemarin di PLTU mungkin menerima sesuatu karena terkait kewenangan saya di DPR misalnya, saya harus tetap kooperatif. Maka itu untuk PLTU saya kembalikan semua," ujarnya.
 
Dalam sidang siang tadi, salah seorang saksi, Indra Purmandani yang juga orang kepercayaan Eni, mengatakan dirinya menjadi pihak yang menampung uang dari sejumlah pengusaha. Uang itu kemudian ia serahkan kepada Eni.
 
Beberapa pengusaha yang memberikan uang kepada Eni melalui Indra antara lain dari Direktur PT One Connect Indonesia Herwin Tanuwidjaja sebesar SGD37 ribu dan Rp97,5 juta, dari Presiden Direktur PT Isargas Iswan Ibrahim sebesar Rp250 juta, dan terakhir dari Direktur PT Smelting Prihadi Santoso sebesar Rp250 juta.
 
Menurut Indra, semua permintaan uang kepada pengusaha itu disebut untuk bantuan sosial di daerah Temanggung, Jawa Tengah. Saat itu, diketahui jika suami Eni, Muhammad Al Hadziq juga tengah mencalonkan diri sebagai calon bupati Temanggung pada Pilkada 2018.
 

(HUS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif