Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zen - Medcom.id/Cindy.
Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zen - Medcom.id/Cindy.

Kivlan Zen Bantah Hendak Kabur

Nasional kasus makar
Cindy • 13 Mei 2019 12:24
Jakarta: Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zein membantah hendak melarikan diri ke luar negeri. Kivlan sempat dicegah keluar negeri atas permintaan Polri.
 
"Yang ada tuduhan saya melarikan diri ke Brunei, dari Batam ke Brunei ke Jerman, mana? Saya enggak beli tiketnya," kata Kivlan di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin, 13 Mei 2019.
 
Kivlan mengaku hanya pergi ke Batam. Di sana dia bertemu keluarganya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya dikawal sama polisi dalam pesawat sampai bandara di Batam. Sampai di situ ada anak, istri, dan cucu saya. Saya datang ke sana bukan untuk melarikan diri," tandas Kivlan.
 
Dia menyebut, sebagai mantan mayjen TNI, tak mungkin melepas tanggung jawab atas pemeriksaan tuduhan makar yang disangkakan kepada dirinya. Apalagi, dia selama ini selalu mengabdikan diri kepada negara.
 
(Baca juga:Pencegahan ke Luar Negeri Kivlan Zen Dicabut)
 
"Jadi jelas, saya kooperatif, enggak mau lari. Bagaimama mau lari, saya perwira jenderal, masa saya melarikan diri atas tanggung jawab. Saya sudah berbuat untuk republik ini, untuk Indonesia, untuk kedaulatan, menegakkan demokrasi, keadilan, dan kebenaran," terang Kivlan.
 
Hari ini, Kivlan Zen memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri. Dia diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan makar.
 
Kivlan datang sekitar pukul 10.05 WIB memakai kemeja batik coklat. Dia ditemani kuasa hukumnya, Pitra Romadoni.
 
"Saya hari ini diperiksa sebagai saksi untuk kasus makar. Kalau saksi nanti saya mau tanya siapa yang menjadi tersangka, kenapa saya menjadi saksi untuk dia," ucap dia.
 
Sebelumnya, Kivlan dilaporkan ke Bareskrim Polri atas tuduhan makar. Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/B/0442/V/2019/Bareskrim. Dia dilaporkan terkait Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 14 dan/atau Pasal 15 terhadap keamanan negara/makar UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 107 juncto Pasal 87 dan/atau Pasal 163 bis juncto Pasal 107.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif