Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan. Medcom.id/Siti Yona
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan. Medcom.id/Siti Yona

Kerugian Korban Viral Blast Mencapai Rp1,2 Triliun

Siti Yona Hukmana • 21 Maret 2022 15:06
Jakarta: Polri mengungkap kerugian korban investasi bodong robot trading Viral Blast Global milik PT Trust Global Karya. Kerugian korban mencapai Rp1,2 triliun.
 
"Terdapat sekitar 12 ribu member trading yang terkena penipuan mencapai Rp1,2 triliun," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan dalam keterangan tertulis, Senin, 21 Maret 2022.
 
Whisnu membeberkan modus operandi penipuan robot trading Viral Blast Global tersebut. Menurut dia, para tersangka melalui PT Trust Global Karya mula-mula memasarkan e-book dengan nama Viral Blast kepada para member untuk melakukan trading di bursa komoditas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Yang ternyata fiktif," ujar jenderal bintang satu itu.
 
Dittipideksus Bareskrim Polri menetapkan empat direksi PT Trust Global Karya sebagai tersangka dalam kasus ini, yakni RPW, MU, ZHP, dan PW. Sebanyak tiga tersangka telah ditahan, sedangkan satu lainnya yang berinisial PW masih diburu.  
 
Kasus bermula saat puluhan korban melaporkan dugaan penipuan investasi robot trading Viral Blast Global milik PT Trans Global Karya ke Polda Metro Jaya pada Februari 2022. Sebanyak empat direksi perusahaan menjadi terlapor, yakni Rizky Puguh, Ricky Meidya, Putra Wibowo, dan Zainal Hudha.
 
"Kami sudah buat laporan untuk para pelaku, para pimpinan PT Trust Global Karya," kata kuasa hukum korban, Firman H Simanjuntak, di Markas Polda Metro Jaya, Rabu, 23 Februari 2022.
 
Baca: 2 Rumah Tersangka Investasi Bodong Viral Blast Disita
 
Firman mengatakan daftar korban dalam pelaporan ini berjumlah 30 orang. Total kerugian yang dialami para korban mencapai Rp210 miliar. Para korban melaporkan direksi robot trading itu atas dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan penipuan.
 
Kemudian, laporan ditarik ke Dittipideksus. Penyidik tengah mendalami peran dan menyita aset-aset tersangka.
 
Terbaru, penyidik menyita satu rumah tersangka Minggus di Graha Family, Surabaya, Jawa Timur dan satu rumah tersangka Zainal Hudha di Green Lake, Surabaya. Total nilai kedua rumah itu Rp15 miliar.
 
(AZF)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif