Kronologis Pertikaian Versi Adik Herman Heri

Deny Irwanto 26 Juni 2018 19:08 WIB
penganiayaan
Kronologis Pertikaian Versi Adik Herman Heri
Kekerasan. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.
Jakarta: Yudi Adranacus menyebut jika kakaknya, Herman Heri yang merupakan anggota Komisi III DPR RI tidak berada di lokasi pertikaian seperti yang dituduhkan pengendara bernama Ronny Kosasih Yuliarto.

Yudi mengatakan, saat berada di Jalan Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu malam, 10 Juni, yang bertikai adalah dirinya dengan Ronny. Saat itu Yudi sedang bersama sopirnya bernama Pardan.

"Awalnya kami sama-sama masuk jalur Busway. Sopir saya mengendarai dan saya di belakang. Setelah masuk kami ikuti dari belakang tiba-tiba di depan showroom Honda Pondok Indah ditilang sama polisi. Dia berhenti saya ikut berhenti," kata Yudi saat dikonfirmasi, Selasa, 26 Juni 2018.


Baca: Korban Pengeroyokan Anggota DPR Minta Rekomendasi MKD

Yudi menjelaskan, saat itu Ronny meminta mobilnya mundur untuk menghindari polisi yang berada di ujung jalan. Namun Yudi mengaku tidak bisa memundurkan mobilnya lantaran ada Bus TransJakarta.

Karena tidak bisa mundur, akhirnya Ronny ditilang polisi. Menurut Yudi, saat itu Ronny sempat adu argumen dengan polisi.

Tanpa sebab, ia pun kaget ketika Ronny menghampiri mobilnya dan memukul kap mesin mobil yang ia sebut bukan milik kakaknya.

"Karena dia gebrak mobil, saya spontan keluar dan samperin. Saya ingin menanyakan alasannya. Langsung saya ditonjok dan saya mental karena saya kecil dia besar. Kaget saya," jelas Yudi.

Yudi kembali mengatakan, melihat hal tersebut, sopirnya langsung berusaha melerai. Namun, yang terjadi sopirnya ikut dipukul dan disitulah terjadi duel atau perkelahian antara sopirnya dengan Ronny.

"Saya merasa diintimidasi. Sopir saya keluar dan memisahkan Ronny tapi dia ditonjok dan bela diri dan baku hantam. Polisi tahan. Saya ke belakang mobil dan jalan," ungkap Yudi.

Usai kejadian, Pardan pun melaporkan Ronny dengan dugaan penganiayaan ke Polres Jakarta Selatan pada Senin, 11 Juni 2018. Terlapor disangkakan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.

Laporan tersebut diterima Polres Metro Jakarta Selatan dengan laporan bernomor LP/1081/K/IV/2018/Restro Jaksel.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Indra Jafar mengatakan, pihaknya masih berupaya mencari saksi lain yang mengetahui persis kejadian di lokasi.

Hingga saat ini, lanjut Indra, pihaknya masih mendalami kasus ini. Penyidik masih memeriksa kronologis secara lengkap kejadian ini. "Infonya seperti itu tapi kita pastiin dan dalami dulu," ungkap Indra beberapa waktu lalu.





(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id