Mantan Ketua MK Mahfud MD. MI/Susanto.
Mantan Ketua MK Mahfud MD. MI/Susanto.

Mahfud MD Nilai KPK Harus Tetap Jadi Lembaga Khusus

Nasional kuhp
M Sholahadhin Azhar • 25 Juni 2018 21:38
Jakarta: Revisi Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) dipandang tak relevan dengan kekhususan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Guru Besar Tata Negara Universitas Islam Indonesia (UII) Mahfud MD menilai seharusnya KPK tetap menjadi lembaga khusus.
 
"Kalau saya menyampaikan, RKUHP itu sebaiknya KPK itu tetap menjadi satu lembaga pemberantasan korupsi, sebagai lembaga yang khusus," kata Mahfud di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin, 25 Juni 2018.
 
Dengan memaksakan revisi, ia melihat, status KPK sebagai lembaga khusus dihilangkan. Sebab semangat RKUHP adalah pengkodifikasian seluruh hukum pidana. Mahfud menyebut semangat tersebut tidak salah, namun tak bisa diterapkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dalam praktik (kodifikasi/pembukuan dalam kitab) di mana-mana tidak bisa, karena apa? Kebutuhan hukum itu selalu berkembang, pasti ada yang di luar yang harus selalu direspons. Sehingga hukum itu harus responsif terhadap perkembangan masyarakat," kata Mahfud.
 
Saat ini, kata dia, KPK menangani pidana khusus yang memerlukan wewenang khusus. Hal ini juga merupakan bagian politik hukum nasional yang tak perlu dibukukan dalam kitab. Sehingga harus ada wadah tersendiri untuk menyikapi tindak pidana korupsi.
 
"Tetap harus ada hukum hukum khusus yang memang merupakan wadah untuk memberikan treatment khusus terhadap jenis tindak pidana tertentu. Itu aspirasi yang saya sampaikan, dan mungkin ada kesamaan dengan KPK," kata dia.
 
Mahfud tak ingin KPK dilemahkan melalui RKUHP ini. Sebab, keberadaan lembaga anti-rasuah itu sama sekali tak melanggar politik hukum maupun konstitusi. Mantan Ketua MK itu berpesan agar KPK juga tak anti kritik.
 
"Yang penting kalau ada kritik-kritik jadikan perbaikan ke depan. Tetapi lembaga ini ternyata terbukti sangat efektif melaksanakan tugasnya di tengah keterbatasannya. Perbaikannya masih lama, maka yang ini perbaikannya tinggal kita dukung saja bersama-sama," tandasnya.
 

(DRI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi