Fredrich Berharap Dituntut Bebas
Terdakwa perkara merintangi penyidikan kasus korupsi KTP-el, Fredrich Yunadi - ANT/Dhemas Reviyanto.
Jakarta: Terdakwa perkara merintangi penyidikan kasus korupsi KTP-el, Fredrich Yunadi, berharap dituntut bebas. Fredrich bersikeras advokat tak bisa dipidana.  

"Ya, kalau kami mengharapkan dituntut bebas ya. Kalau tidak profesi advokat akan hancur," kata Fredrich di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis, 31 Mei 2018. 

Fredrich mengatakan Indonesia telah menandatangani perjanjian asosiasi advokat internasional (International Bar Association). Jika dirinya dituntut dan dijatuhi hukuman pidana, akan menjadi preseden buruk bagi Indonesia.


(Baca juga: Fredrich Ingin Merekayasa Novanto Sakit Jantung)

"Hak imunitas advokat tidak bisa dipungkiri. Itu sudah ditandatangani oleh 186 negara termasuk Indonesia. Kalau sekarang KPK mau melawan dunia kita tak bisa berbuat apa-apa," kata dia. 

Fredrich Yunadi ditetapkan sebagai tersangka merintangi penyidikan kasus dugaan korupsi proyek KTP-el yang menjerat Setya Novanto. Bekas kuasa hukum Novanto itu diduga memanipulasi data medis kliennya dan mengatur RS Medika Permata Hijau untuk menghindari pemeriksaan KPK pada pertengahan November 2017.

Atas perbuatannya, Fredrich dijerat dengan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. 

(Baca juga: Fredrich Sempat Mengusir Penyidik KPK dari RS Medika)





(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id