Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). MI
Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). MI

Perpres Supervisi Terbit, KPK Diminta Jeli Bidik Kasus Mangkrak

Nasional kpk kasus korupsi presiden jokowi
Fachri Audhia Hafiez • 28 Oktober 2020 21:03
Jakarta: Indonesia Corruption Watch (ICW) mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk fokus kasus yang mangkrak di aparat penegak hukum lain. Hal ini seiring dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 102 Tahun 2020 yang mengatur supervisi antara aparat penegak hukum.
 
"Baik Polri maupun Kejaksaan Agung," kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana dalam keterangan tertulis, Rabu, 28 Oktober 2020.
 
KPK harus mengambil inisiatif mengambil alih penanganan kasus korupsi yang belum menemukan titik terang. Apalagi jika ditemukan kasus tanpa perkembangan signifikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di samping itu, Perpres ini dinilai menjadi pengingat bagi pimpinan Polri atau Kejaksaan Agung agar kooperatif jika KPK sedang melakukan supervisi. ICW mencontohkan saat upaya supervisi kasus jaksa Pinangki Sirna Malasari yang seolah dikesampingkan.
 
Perkara lain yang memungkinkan untuk disupervisi adalah kasus Djoko Tjandra. Menurut Kurnia ada beberapa hal tak terungkap ketika ditangani Polri dan Kejaksaan Agung.
 
"ICW mendorong agar KPK dapat memulai supervisi awal pada kasus Djoko S Tjandra yang sedang ditangani Kejaksaan Agung maupun Polri. Sebab, pada awal September lalu KPK telah resmi mengeluarkan surat perintah supervisi untuk kasus itu," ucap Kurnia.
 
Baca: Jokowi Terbitkan Perpres Supervisi Pemberantasan Tipikor
 
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meneken Perpres Nomor 102 Tahun 2020. Aturan itu disahkan Selasa, 20 Oktober 2020. Perpres tersebut berisi 11 pasal. Butir yang menegaskan tentang supervisi termaktub dalam Pasal 2 ayat (1).
 
Aturan itu berbunyi, "KPK berwenang melakukan supervisi terhadap instansi yang berwenang melaksanakan pemberantasan tindak pidana korupsi". Pasal 5 menjelaskan supervisi ini dalam bentuk pengawasan, penelitian, atau penelaahan.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif