Gedung Kejaksaan Agung pasca terbakar. MI/Susanto.
Gedung Kejaksaan Agung pasca terbakar. MI/Susanto.

Polri Gelar Perkara Penetapan Tersangka Kebakaran Kejagung

Nasional kebakaran gedung kejaksaan agung Kebakaran di Kejaksaan Agung
Siti Yona Hukmana • 23 Oktober 2020 09:09
Jakarta: Polri menggelar perkara kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Jumat pagi, 23 Oktober 2020. Gelar perkara tersebut untuk penetapan tersangka.
 
"Pagi ini jam 09.00 WIB," kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, 23 Oktober 2020.
 
Ferdy mengatakan gelar perkara akan dihadiri tim penyidik gabungan. Tim tersebut melibatkan Dittipidum Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, dan Polres Metro Jakarta Selatan. Kegiatan itu juga dihadiri pihak Kejagung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gelar perkara dilakukan tertutup. Hasil gelar perkara itu akan disampaikan ke publik melalui konferensi pers. Namun, waktu pengungkapan tersangka ke publik belum dapat dipastikan.
 
Baca: Polisi Gali Keterangan Saksi di Lantai 6 Kejagung
 
Proses penyelidikan hingga penyidikan kasus kebakaran Gedung Kejagung diakui berlangsung cukup lama. Tim gabungan memerlukan waktu dua bulan untuk mencari terduga pelaku yang bertanggung jawab dalam kebakaran gedung utama Korps Adhyaksa itu.
 
Meski lama, polisi memastikan proses penyidikan berjalan lancar tanpa kendala. "Karena memang prosesnya panjang, memang yang diperiksa panjang banyak sekali yang harus dievalusi," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono, Senin, 19 Oktober 2020.
 
Polisi delapan kali menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah barang bukti disita, berupa kamera pemantau atau CCTV, abu arang sisa kebakaran atau hidrokarbon, dan potongan-potongan kayu sisa pembakaran.
 
Petugas juga menemukan beberapa botol plastik berisi cairan, jeriken berisi cairan, kaleng bekas lem, dan instalasi alat terminal kontak. Minyak pembersih atau dust cleaner yang disimpan di gudang cleaning service juga disita.
 
Dari olah TKP dan pemeriksaan saksi, kasus kebakaran Kejagung diduga terdapat unsur pidana. Polisi berjanji menangkap pelaku yang diduga membuat negara rugi hingga Rp1,2 triliun imbas kebakaran pada Sabtu, 22 Agustus 2020.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif