Plt juru bicara KPK Ali Fikri/Medcom.id/Fachri
Plt juru bicara KPK Ali Fikri/Medcom.id/Fachri

Kasus Korupsi di Bandung Barat Diselisik Melalui 13 Saksi

Nasional KPK kasus korupsi Penegakan Hukum Pemberantasan Korupsi
Anggi Tondi Martaon • 25 Juni 2021 13:18
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil sejumlah saksi dugaan kasus rasuah yang dilakukan tersangka Bupati nonaktif Bandung Barat Aa Umbara Sutisna. Salah satu saksi ialah musisi.
 
"Arlanda Ghazali Langitan (seniman musik)," kata Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK bidang penindakan Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Jumat, 25 Juni 2021.
 
Berdasarkan penelusuran situs pencarian Google, nama Arlanda Ghazali Langitan atau akrab disapa Alda merupakan seorang gitaris. Dia tergabung dalam grup Changcuters.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Pengadaan Barang Penanganan Covid-19 di Bandung Barat Diselisik KPK
 
Selain Alda, KPK memanggil 12 saksi lainnya. Berikut daftar lengkap saksi yang diperiksa KPK atas tersangka Aa Umbara:
 
1. Rini Rahmawati (Swasta)
2. Oktavianus (Swasta)
3. Ricky Widyanto (Swasta)
4. Arlanda Ghazali Langitan (Seniman Musik)
5. Risal Faisal (Swasta)
6. Dikki Harun Andika (Swasta)
7. Ir. Benny Setiawan (Swasta)
8. Seftriani Mustofa (Ibu Rumah Tangga)
9. Iwan Nurhari (Swasta)
10. Ricky Suryadi (Swasta)
11. Rini Dewi Mulyani (Ibu Rumah Tangga)
12. Asep Juhendrik (Swasta)
13. Samy Wiratama (Swasta)
 
Pemeriksaan dilakukan di perkantoran Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Tepatnya di Aula Wakil Bupati. Aa Umbara ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan anaknya, Andri Wibawa, dan pemilik PT Jagat Dir Gantara M Totoh Gunawan. 
 
Aa Umbara disangkakan melanggar Pasal 12 huruf i dan atau Pasal 15 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 56 KUHP.
 
Sedangkan Andri dan Totok disangkakan melanggar Pasal 12 huruf i dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 jo pasal 56 KUHP.

 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif