Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri
Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri

Pemerintah Berkomitmen Memberantas Korupsi

Nasional pemberantasan korupsi
Medcom • 04 Desember 2019 17:36
Jakarta: Wakil Presiden Ma'ruf Amin menegaskan komitmen pemerintah yang kuat terhadap pemberantasan korupsi. Pemerintah tak pernah lelah menggelorakan antikorupsi.
 
"Saya kira itu komitmen yang sudah menjadi keputusan pemerintah," tegas Ma'ruf di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu, 4 Desember 2019.
 
Menurut dia, masalah Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak berkaitan dengan komitmen tersebut. Masalah itu sudah disepakati agar diselesaikan lewat judicial review di Mahkamah Konstitusi (MK). "Kita memang mengarahkan ke sana," ujar dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ma'ruf memastikan pemerintah akan mematuhi apa pun keputusan MK terkait UU KPK ini. "Kita kan negara hukum."
 
Ma'ruf tak mau pemerintah disebut tak pro pemberantasan korupsi karena memberikan grasi kepada eks Gubernur Riau Annas Maamun. Dia menegaskan, grasi tersebut tak membuat komitmen pemerintah terhadap pemberantasan korupsi luntur.
 
Annas merupakan narapidana kasus alih fungsi lahan kebun kelapa sawit di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Ia diganjar hukuman tujuh tahun penjara pada tingkat kasasi di Mahkamah Agung (MA). Hukuman ini lebih lama satu tahun dari vonis Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung, Jawa Barat, pada Rabu, 24 Juni 2015.
 
Dalam perjalanan masa hukuman, Annas memperoleh grasi berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 23/G Tahun 2019 tentang Pemberian Grasi, Jumat, 25 Oktober 2019. Annas dapat bebas pada Sabtu, 3 Oktober 2020, dari semula Senin, 3 Oktober 2021.
 
Namun, saat kasus korupsi alih fungsi lahan kebun kelapa sawit bergulir, Annas ditetapkan sebagai tersangka kasus RAPBD. Dia diduga menerima Rp1 miliar dari eks anggota DPRD Riau Ahmad Kirjauhari terkait pembahasan RAPBD.
 
Ahmad dinyatakan bersalah oleh Pengadilan (Tipikor) Pekanbaru, Riau, pada Desember 2015. Ia divonis empat tahun bui.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif