NEWSTICKER
Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. MTVN/Lis
Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. MTVN/Lis

Pengunjung PN Jaksel Diminta Tak Berkerumun

Nasional Virus Korona virus corona
Antara • 18 Maret 2020 10:50
Jakarta: Para pengunjung Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) diminta tak berkerumun. PN Jaksel mengimbau pengunjung menerapkan social distancingatau jarak sosial sebagai upaya mencegah penularan virus korona.
 
"Jaga jarak antara orang per orang, jangan berkerumun, seperti imbauan pemerintah social distancing," kata Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Achmad Guntur, ketika dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, 18 Maret 2020.
 
Guntur mengatakan PN Jaksel sudah menerapkan protokol kesehatan dasar untuk pencegahan covid-19. Sejak sepekan lalu, PN Jaksel menyediakan cairan disinfektan di pintu masuk pengadilan dan pos informasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Petugas pengadilan juga mulai menggunakan masker sebagai alat pelindung diri saat berinteraksi dengan pengunjung. "Di sini (pengadilan) ada sosialisasi dari dinas kesehatan Jakarta Selatan tentang protokol kesehatan 9 Maret lalu," kata Guntur.
 
PN Jaksel juga membagikan masker bagi peserta sidang bila sedang flu, seperti saksi. Hakim juga memperbolehkan peserta sidang menggunakan masker di ruang sidang.
 
"Artinya di persidangan pun hakim-hakim itu kalau orang pakai masker tidak dilarang," kata dia.
 
Pengunjung PN Jaksel Diminta Tak Berkerumun
Ilustrasi. Medcom.id
 
Baca: Tujuh Pasien Positif Korona Meninggal
 
PN Jaksel juga akan memberlakukan pengukuran suhu tubuh kepada pegawai dan pengunjung yang hendak masuk. Frekuensi persidangan pun dikurangi dengan menunda pelaksanaan sejumlah sidang.
 
Penundaan sidang berlaku untuk perkara perdata maupun pidana. Namun, lanjut Guntur, tidak semua perkara bisa ditunda sidangnya.
 
Perkara yang tidak bisa ditunda, misalnya, kasus untuk terdakwa yang masa penahanannya sudah mau berakhir, atau bukti yang harus dihadirkan pada hari persidangan.
 
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya meminta warga Ibu Kota melakukan social distancing measure (SDM), atau menjaga jarak saat beraktivitas untuk mencegah potensi penyebaran covid-19.
 
Pemprov DKI mengimbau masyarakat melakukan kegiatan belajar dan mengajar di rumah, serta bekerja dari rumah. Pemprov DKI juga membatasi pelayanan transportasi publik dan menutup sejumlah objek wisata.
 
Koordinator Emerging Virus Research Unit Eikjman Laboratory Jakarta, Frilasita Aisyah mengatakan social distance yang diberlakukan pemerintah merupakan lockdown terbatas. Menurut dia, hal itu dapat menghentikan penyebaran virus dan memutus rantai hidup virus.
 
Untuk mencegah penyebaran virus, orang-orang harus menjaga sistem imun, menerapkan kebersihan yang baik. "Insyaallah kita minimal risiko bersama-sama," kata Frilasita.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif