Djoko Tjandra (rompi oranye) tiba di Bandara Halim Perdanakusuma/Media Indonesia/Fransisco Carolio.
Djoko Tjandra (rompi oranye) tiba di Bandara Halim Perdanakusuma/Media Indonesia/Fransisco Carolio.

Polri Tunda Gelar Perkara Kasus Djoko Tjandra

Nasional kasus korupsi Djoko Tjandra
Cindy • 12 Agustus 2020 22:45
Jakarta: Kepolisian menunda gelar perkara penetapan tersangka baru kasus surat jalan palsu Djoko Tjandra. Gelar perkara sedianya digelar hari ini.
 
"Karena sesuatu dan lain hal maka pelaksanaan gelar perkara penetapan tersangka kasus surat jalan palsu Djoko Tjandra (berkas ke-3) hari ini batal," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono lewat keterangan tertulis, Rabu, 12 Agustus 2020.
 
Awi tak menjelaskan alasan gelar perkara itu dibatalkan. Gelar perkara bakal dilaksanakan Jumat, 14 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri juga berencana melakukan gelar perkara penetapan tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait penghapusan red notice Djoko Tjandra di hari yang sama.
 
"Rencana digelar pada hari Jumat, 14 Agustus 2020, ini bersamaan dengan kasus tipikor red notice Djoko Tjandra," kata Awi.
 
Djoko Tjandra ditangkap di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Kamis, 30 Juli 2020. Buron kelas kakap itu dijemput langsung Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komisaris Jenderal (Komjen) Listyo Sigit Prabowo.
 
Djoko Tjandra sempat dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri dalam rangka pemeriksaan. Kini, dia telah dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Salemba, Jakarta Pusat.
 
Djoko Tjandra memanfaatkan sejumlah pejabat di instansi penegak hukum untuk memuluskan pelariannya. Mereka berlatar belakang penegak hukum hingga pemerintahan.
 
Penegak hukum yang terlibat ialah Brigjen Prasetyo Utomo. Eks Kepala Koordinasi dan Pengawasan (Karo Korwas) PPNS Bareskrim Polri itu terbukti mengeluarkan surat jalan Djoko selama bepergian di Indonesia. Dia ditetapkan sebagai tersangka penerbitan surat jalan palsu.
 
Baca: Kasus Djoko Tjandra Bakal Terus Diawasi
 
Sekretaris NCB Interpol Indonesia Brigjen Nugroho Wibowo juga diduga terlibat. Dia berperan menghapus status red notice Djoko.
 
Jaksa Pinangki Sirna Malasari juga terseret dalam kasus pelarian Djoko. Peran eks Kepala Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan itu diduga membantu proses perkara Djoko. Kasus keterlibatan Pinangki sudah masuk tahap penyidikan.
 
Lurah Grogol Selatan Asep Subhan juga terseret dalam kasus pelarian ini. Dia memfasilitasi Djoko membuat Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el). Akibatnya, Asep dinonaktifkan dari karena dianggap menyalahi kewenangan.
 
Keterlibatan semua pihak itu tak lepas dari peran pengacara Djoko, Anita Anita Kolopaking. Anita ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis, 30 Juli 2020.
 
Anita dijerat Pasal 263 ayat (2) KUHP tentang Penggunaan Surat Palsu dan Pasal 223 KUHP tentang Pemberian Pertolongan terhadap Orang yang Ditahan. Anita terancam hukuman enam tahun penjara.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif