Ketua KPU Arief Budiman (kanan) bersama komisioner KPU Viryan dan Ilham Saputra melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR RI di Kantor Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (13/3/2019). Foto: Antara/Muhammad Iqbal
Ketua KPU Arief Budiman (kanan) bersama komisioner KPU Viryan dan Ilham Saputra melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR RI di Kantor Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (13/3/2019). Foto: Antara/Muhammad Iqbal

KPU Tantang PDIP Buktikan Tudingan Keterlibatan Komisioner Lain

Nasional OTT KPK
Whisnu Mardiansyah • 14 Januari 2020 20:20
Jakarta: Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menantang politikus PDI Perjuangan Johan Budi membuktikan tudingan keterlibatan komisioner lain dalam kasus suap Wahyu Setiawan. Sebelumnya, Johan Budi menyindir dan menduga komisioner lain ikut mencicipi suap.
 
"Sampai hari ini kan enggak ada dan kami sudah sampaikan ke publik dan ke KPK juga. Bagaimana kami ambil keputusan untuk hal ini. Yang kemudian disangkakan menjadi perkara kepada Pak Wahyu Setiawan," kata Arief saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 14 Desember 2019.
 
Arief mempersilakan jika ada komisioner lain terlibat diusut. Ia meminta kader PDIP tidak hanya berasumsi dan berspekulasi tanpa bukti yang kuat. Arief terbuka dengan lembaga antirasuah dalam proses penyelidikan kasus ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau ada yang terlibat harus ditangkap. Kalau enggak ada yang terlibat enggak boleh dikait-kaitkan. Gitu loh. Fair saja. Kalau tidak terlibat jangan dikait-kaitkan," pungkasnya.
 
Anggota Komisi II DPR Fraksi PDIP Johan Budi menuding Komisioner KPU yang lain ikut mencicipi suap dalam kasus tertangkapnya mantan komisioner KPU Wahyu Setiawan. Hal itu diungkapkan dalam RDP dengan KPU.
 
"Pak Arief (Ketua KPU), jangan manggut-manggut saja, tegak Pak, jangan nunduk. Nanti kita akan ketahuan siap saja yang bermain, satu komisioner atau kah komisioner yang lain mencicipi," kata Johan di Komisi II DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 14 Januari 2019.
 
Menurut Johan, ia baru tahu modus kongkalikong otak-atik pergantian antarwaktu (PAW) oleh komisioner KPU. Mantan juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu meminta Ketua KPU RI menjelaskan dugaan adanya modus serupa kasus lainnya.
 
"Baru atau sudah lama, baru ketahuan sekarang, saya juga enggak tahu. Dan ternyata bisa juga dimainkan juga oleh komisioner," kata Johan.
 

(MBM)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif