Sidang pembacaan dakwaan Staf PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Inti) Andi Taswin Nur. - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Sidang pembacaan dakwaan Staf PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Inti) Andi Taswin Nur. - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Swasta Didakwa Menyuap Direktur PT AP II

Nasional kasus suap
Fachri Audhia Hafiez • 24 Oktober 2019 14:44
Jakarta: Staf PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Inti) Andi Taswin Nur didakwa menyuap Direktur Keuangan PT Angkasa Pura (AP) II Andra Yastrialsyah Agussalam sejumlah USD71 ribu dan SGD96.700. Perbuatan itu dilakukan Taswin bersama Direktur Utama PT INTI Darman Mappangara.
 
"Terdakwa melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang mempunyai hubungan sedemikian rupa. Sehingga harus dipandang sebagai satu perbuatan berlanjut, memberi atau menjanjikan sesuatu," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ikhsan Fernandi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 24 September 2019.
 
Jaksa Ikhsan menyebut Taswin menyuap Andra agar PT INTI menjadi pelaksana pekerjaan dalam pengadaan dan pemasangan semi baggage handling system (BHS) di kantor cabang PT AP II. Proyek itu diproyeksikan digarap PT Angkasa Pura Propertindo (APP) atau PT INTI.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Uang suap diserahkan Taswin atas perintah Darman. Rasuah tersebut diberikan kepada Andra secara bertahap.
 
Taswin memberikan uang senilai USD53 ribu di mal Plaza Senayan, Jakarta pada 26 Juli 2019 . Kemudian Taswin kembali memberikan fulus kepada Andra USD18 ribu pada 27 Juli 2019 di lobby Mall Lotte Avenue Kuningan, Jakarta.
 
"Uang USD18 ribu tersebut sebelumnya ditukarkan oleh terdakwa di tempat penukaran valas di PT Ratumas Valasindo dengan uang sejumlah Rp253,62 juta," ujar Jaksa Ikhsan.
 
Taswin kembali menyerahkan uang kali ini diterima supir Darman, Endang Suherman sejumlah SGD96.700. Penyerahan itu dilakukan di lobi center mal Casablanca, Jakarta, pada 31 Juli 2019.
 
Atas perbuatannya Taswin didakwa melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif