Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel (Persero) Wisnu Kuncoro Foto: ANT/Rivan Awal Lingga
Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel (Persero) Wisnu Kuncoro Foto: ANT/Rivan Awal Lingga

Penahanan Direktur Krakatau Steel Diperpanjang

Nasional kasus suap OTT KPK
Juven Martua Sitompul • 19 Juni 2019 20:35
Jakarta: Penahanan Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel, Wisnu Kuncoro, diperpanjang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di PT Krakatau Steel itu akan kembali mendekam di bui selama 30 hari ke depan.
 
Penyidik juga memperpanjang penahanan tersangka dari pihak swasta bernama Alexander Muskitta. Penahanan Alexander juga diperpanjang untuk 30 hari ke depan.
 
"Perpanjangan penahanan untuk 2 tersangka suap terkait pengadaan barang dan jasa di PT Krakatau Steel (Persero)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Rabu, 19 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perpanjangan penahanan terhitung sejak 21 Juni-21 Juli 2019. Masa penahanan diperpanjang untuk melengkapi berkas penyidikan kedua tersangka.
 
Wisnu ditetapkan sebagai tersangka bersama tiga orang lainnya yakni Presdir PT Grand Kartech, Kenneth Sutradja; Bos Tjokro Group, Kurniawan Eddy Tjokro; dan Alexander Muskitta. Keempatnya ditetapkan sebagai tersangka kasus proyek pengadaan kontainer dan boiler di pabrik blast furnace PTKS, Cilegon, Banten.
 
Ihwal suap ini terjadi pada 2019, saat Direktorat Teknologi dan Produksi PTKS merencanakan kebutuhan barang dan peralatan, masing-masing bernilai Rp24 miliar dan Rp2,4 miliar. Alexander Muskitta diduga menawarkan beberapa rekanan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut kepada Wisnu dan disetujui.
 
Alexander Muskitta menyepakati komitmen fee dengan rekanan yang disetujui untuk ditunjuk, yakni PT Grand Kartech dan Tjokro Group senilai 10 persen dari nilai kontrak. Alexander Muskitta diduga bertindak mewakili dan atas nama Wisnu Kuncoro sebagai direktur teknologi dan produksi PTKS.
 
Selanjutnya, Alexander Muskitta meminta Rp50 juta kepada Kenneth Sutardja dari PTGK dan Rp100 juta kepada Kurniawan Eddy Tjokro dari GT. Pada 20 Maret 2019, Alexander Muskitta menerima cek Rp50 juta dari Kurniawan Eddy Tjokro yang kemudian disetorkan ke rekening.
 
Kemudian, Alexander Muskitta juga menerima uang sebanyak USD4 ribu atau setara Rp56,64 juta dan Rp45 juta di sebuah kedai kopi di Jakarta Selatan. Uang tersebut disetorkan ke rekening Alexander Muskitta.
 
Wisnu dan Alexander Muskitta sebagai penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Kenneth Sutardja dan Kurniawan Eddy Tjokro selaku pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif