Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Terdakwa Kasus Jiwasraya Rencanakan Banding

Nasional kasus korupsi Jiwasraya
Antara • 27 Oktober 2020 01:21
Jakarta: Tim kuasa hukum Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, Soesilo Aribowo, merespons vonis pidana seumur hidup pada kliennya. Dia bakal menemui terdakwa kasus pengelolaan investasi saham dan reksadana PT Asuransi Jiwasraya (AJS) itu untuk menentukan langkah hukum.
 
"Mungkin segera menyatakan banding terhadap putusan itu, tentu kita akan ketemu Pak Heru dulu, karena tadi kita nggak sempat ketemu tapi hanya online saja, kita tentu tidak puas dan merasa kecewa," kata Soesilo seperti dikutip dari Antara, Selasa, 27 Oktober 2020.
 
Dia kecewa dengan vonis tersebut. Soesilo menganggap pertimbangan hakim tidak detail dan matang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tadi juga dinyatakan hampir 90 persen persoalan pasar modal, ada insider trading, ada manipulasi pasar," kata Soesilo.
 
Menurut dia, kasus kliennya merupakan ranah pasar modal, bukan perkara tindak pidana korupsi. Sepanjang Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal tidak mengatur hal tersebut masuk ke ranah tindak pidana korupsi, maka persoalan tak bisa ditarik ke perkara rasuah.
 
"Penyelesaiannya tetap menggunakan UU pasar modal," kata Soesilo.
 
Baca:Judi dan Foya-foya, Pemberat Hukuman Terdakwa Jiwasraya
 
Dia juga menyoal kerugian akibat kasus Jiwasraya hanya didasari laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Tak ada elaborasi terkait persoalan pasar modal yang menjadi pokok bahasan. Sehingga Soesilo mengaku tak memahami dan sulit menerima putusan hakim.
 
Heru dianggap melanggar Pasal 2 Ayat 1 juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b, ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana
 
Sedangkan pada perkara TPPU, Heru dianggap melanggar Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif