Ilustrasi sidang. Foto: Medcom.id
Ilustrasi sidang. Foto: Medcom.id

Jaksa Tempuh Kasasi atas Vonis Bebas Eks Juru Ukur BPN

Nasional kasus tanah sengketa tanah
Antara • 16 Desember 2020 19:39
Jakarta: Kejaksaan Negeri Jakarta Timur menempuh upaya kasasi terhadap vonis bebas mantan juru ukur tanah Badan Pertanahan Nasional (BPN), Paryoto. Ia adalah terdakwa dalam perkara pemalsuan surat akta tanah.
 
"Diputus bebas, kita tentu ada upaya hukum lanjutan. Kalau (vonis) bebas kita langsung kasasi," kata Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Ahmad Fuady, di Jakarta, Rabu, 16 Desember 2020.
 
Fuady menghormati keputusan majelis hakim pada kasus pemalsuan sertifikat tanah di Cakung, Jakarta Timur. Namun, jaksa memastikan akan melakukan upaya perlawanan, yakni kasasi terhadap putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang membebaskan Paryoto, kemarin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketua Majelis Hakim Syafrudin A Rafiek di ruang Sidang Wirjono memutus bebas perkara bernomor 614/Pid.B/2020/PN Jkt.Tim ini dengan sejumlah pertimbangan selama persidangan. Fuady mengatakan akan mempelajari salinan putusan dan akan segera melakukan upaya hukum.
 
Sedangkan untuk terdakwa lainnya, Ahmad Djufri, yang menjalani sidang pada berkas terpisah, masih akan diagendakan pemeriksaan saksi. Fuady juga menegaskan berkas satu tersangka atas nama Benny Simon Tabalujan belum ia terima.
 
"Jadi kasus ini kan limpahan dari Kejaksaan Tinggi DKI. Kasusnya ini awalnya ditangani Polda Metro Jaya, jadi langsung ke Kejati, lalu dilimpahkan ke kita (Kejari Jakarta Timur). Jadi, kita belum tahu sampai di mana berkas yang satu lagi. Masih di penyidik (polisi) dan belum dilimpahkan karena belum dieksekusi,” kata dia.
 
Fuady mengatakan, jika nantinya Benny sudah ditangkap Polda Metro Jaya, maka pelimpahan berkas pasti terpisah. "Kita menerima pelimpahan perkara saja nanti dari Kejaksaan Tinggi DKI," tuturnya.
 
Baca: Divonis Bebas, Eks Juru Ukur Tanah BPN Menangis
 
Benny Simon disangkakan dalam perkara pidana pemalsuan surat akta autentik. Ia diancam pidana menurut ketentuan pasal 266 ayat (1) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 263 ayat (1) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Namun, saat ini Benny berada di Australia.
 
Kasus ini sendiri bermula ketika pelapor Abdul Halim hendak melakukan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di BPN Jakarta Timur. Saat itu, Abdul Halim mendapati ada 38 sertifikat di atas tanah miliknya, yakni atas nama PT Salve Veritate yang diketahui milik Benny Simon dan rekannya, Achmad Djufri.
 
Dalam kasus ini, Polda Metro Jaya menetapkan Benny Simon sebagai tersangka. Sementara, Achmad Djufri saat ini sedang menjalani persidangan di PN Jakarta Timur dengan nomor perkara 993/Pid.B/2020/PN Jkt.Tim.
 
(UWA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif