Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo (kanan) dalam rilis penangkapan penyebar hoaks Situng KPU. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.
Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo (kanan) dalam rilis penangkapan penyebar hoaks Situng KPU. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.

Dua Penyebar Hoaks Situng KPU Dibekuk

Nasional hoax
Theofilus Ifan Sucipto • 09 Mei 2019 15:50
Jakarta: Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menangkap dua tersangka penyebaran hoaks. Pelaku menyebut Sistem Informasi Perhitungan Suara Komisi Pemilihan Umum (Situng KPU) dikendalikan di Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim), Mabes Polri, Gambir, Jakarta Pusat.
 
"Direktorat Siber Bareskrim Polri menginvestigasi akun yang menyebarkan dan hasilnya mengamankan dua tersangka," kata Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis 9 Mei 2019.
 
Menurut dia, kedua pelaku adalah SG dan AK. SG diduga pertama kali yang menyebarkan hoaks soal Situng KPU yang dikendalikan di Bareskrim Mabes Polri di Gambir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


SG mengaku mengirim hoaks tersebut ke grup WhatsApp (WA) di gawainya dan Facebook pribadinya. Dia ditangkap di Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, dengan barang bukti berupa satu gawai dan satu kartu SIM.
 
Sementara itu, AK ditangkap polisi lantaran Direktorat Siber Bareskrim Polri menemukan jejak digital dan menyebar konten yang sama. AK ditangkap di Kelurahan Tisnogambar, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
 
Baca: Kubu Prabowo Minta Situng KPU Disetop
 
Polisi mengamankan barang bukti berupa satu buah gawai, satu kartu SIM, dan satu akun Facebook. Dedi mengatakan AK mengaku meneruskan hoaks itu ke seluruh grup WA di gawainya dan mengunggahnya ke akun Facebook pribadi.
 
Atas perbuatannya, mereka dijerat Pasal 14 dan Pasal 15 Undang-Undang (UU) Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 207 KUHP dengan ancaman penjara tiga tahun. Dedi menyebut proses hukum tetap berlanjut, tetapi keduanya tidak ditahan karena ancaman hukuman penjara di bawah lima tahun.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif