Pelaku Penyebar Hoaks Penculikan Anak Ditangkap

Fachri Audhia Hafiez 03 November 2018 04:43 WIB
hoax
Pelaku Penyebar Hoaks Penculikan Anak Ditangkap
Ilustrasi penculikan anak. Medcom.id/M Rizal.
Jakarta: Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap empat tersangka penyebar kabar palsu atau hoaks penculikan anak melalui media sosial. Empat tersangka ditangkap secara terpisah.

"Siber Bareskrim Polri telah menangkap empat tersangka tersebut, yakni EW, 31(satpam), RA, 33 (supir), JHHS, 31 (supir), dan seorang perempuan berinisial DNL, 21," kata Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Pol. Rickynaldo Chairul dilansir Antara, Jumat, 2 November 2018.

Empat tersangka itu ditangkap pada Kamis, 1 November 2018 di sejumlah tempat terpisah. Penangkapan terjadi di Kemang Jakarta Selatan, Sentiong Jakarta Pusat, Ciputat Tangerang, dan Bekasi Jawa Berat.


Ricky mengatakan empat pelaku tersebut merupakan dalang awal penyebaran informasi penculikan. Informasi palsu itu disebar melalui akun Facebook.

Menurut Ricky, modus kejahatan yang dilakukan para tersangka adalah dengan mengunggah gambar, video, dan tulisan dengan konten tentang penculikan anak Ciseeng Bogor, Sawangan Depok, dan Ciputat Tangerang melalui media sosial Facebook.

"Postingan-postingan ini dalam beberapa waktu terakhir sudah meresahkan masyarakat, khususnya para orang tua yang punya anak. Padahal, postingan ini tidak benar, ini postingan hoaks," ujar Ricky.

Dari hasil penyidikan sementara, diketahui motivasi para tersangka dalam menyebarkan informasi palsu mengenai penculikan anak, agar masyarakat lebih waspada.

"Awalnya hanya iseng-iseng untuk mengingatkan teman, saudaranya tetapi mereka tidak memikirkan hasil postingan mereka menyebar luas sehingga para warganet jadi resah," ucap Ricky.

Sementara itu, Ricky menegaskan bahwa pelaku tidak memiliki motif politik dalam kasus hoaks penculikan anak. "Sejauh ini postingan para pelaku tidak ada kaitannya dengan politik. Ini murni untuk menimbulkan keresahan di tengah masyarakat tentang penculikan anak," tukas dia. 

Atas perbuatannya, keempat tersangka dijerat dengan Pasal 51 juncto Pasal 35 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No. 11/2008 tentang ITE dan atau Pasal 15 UU No. 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun dan atau denda paling banyak Rp12 miliar.



(DRI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id