Presiden Direktur PT Isargas Iswan Ibrahim (kanan) memberikan kesaksian pada sidang kasus dugaan korupsi pembangunan PLTU Riau 1 di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Foto: Antara/Reno Esnir.
Presiden Direktur PT Isargas Iswan Ibrahim (kanan) memberikan kesaksian pada sidang kasus dugaan korupsi pembangunan PLTU Riau 1 di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Foto: Antara/Reno Esnir.

Saksi Bantah Bantu Eni Karena Jabatan Wakil Ketua Komisi VII DPR

Nasional Korupsi PLTU Riau-1
Damar Iradat • 09 Januari 2019 02:37
Jakarta: Presiden Direktur PT Isargas, Iswan Ibrahim menyebut pemberian uang Rp250 juta kepada Eni Maulani Saragih untuk kebutuhan kampanye suaminya, Muhammad Al Hadziq tanpa mengharapkan imbalan. Menurutnya, pemberian uang itu murni bantuan kepada Eni. 

Iswan mengaku telah mengenal Eni sejak lama. Oleh karena itu, saat Eni meminta bantuan untuk suaminya, Iswan tak segan memberikan bantuan.

"Tujuannya hubungan baik saja. Saya kenal beliau, dan saya lihat beliau perlu bantuan, otomatis saya bantu," kata Iswan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 8 Januari 2019. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Jaksa lantas mengonfirmasi apakah pemberian uang itu berkaitan dengan posisi Eni saat itu sebagai Wakil Ketua Komisi VII DPR. Sebab, komisi yang diduduki Eni berkaitan erat dengan perusahaan Iswan yang juga bergerak di bidang gas. "Tapi kan perusahaan anda di energi, sesuai dengan tugas komisi VII?" tanya jaksa. 

Iswan mengelak jika pemberian itu terkait dengan posisi Eni. Sebab, menurut dia, bisnis gas di Indonesia memiliki aturan yang cukup ketat.

"Karena aturannya sudah ketat. (Bantuan kepada Eni) lebih banyak karena teman, hubungan baik," jelas dia.

Baca juga: Pengusaha Akui Beri Rp250 Juta untuk Kampanye Suami Eni

Eni sebelumnya didakwa menerima uang Rp4,75 miliar dari bos Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo. Uang suap itu diduga diberikan agar Kotjo mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang Riau (PLTU MT Riau-I).

Tidak hanya itu, ia juga didakwa menerima gratifikasi sejumlah uang dari beberapa pengusaha migas berupa uang sejumlah Rp5,6 miliar dan SGD40 ribu. Dalam surat dakwaan, jaksa meyakini, uang-uang gratifikasi tersebut digunakan untuk kampanye Al Hadziq sebagai calon bupati di Pilkada Temanggung.

Eni didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 dan Pasal 12 B ayat 1 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.


(HUS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi