Diskusi Pelayanan Rakyat Bebas dari Korupsi di Kantor Staf Presiden RI, Rabu (9/1). Foto: Medcom.id/Santa Cicilia Sinabariba
Diskusi Pelayanan Rakyat Bebas dari Korupsi di Kantor Staf Presiden RI, Rabu (9/1). Foto: Medcom.id/Santa Cicilia Sinabariba

Negara Dinilai Perlu Sediakan Lembaga Pengawasan Korupsi

Nasional korupsi
09 Januari 2019 19:44
Jakarta: Indonesian Coruption Watch (ICW) menilai pemerintah perlu menyediakan lembaga yang bertugas untuk memonitor tindak korupsi di Indonesia. Hal ini dianggap perlu karena ICW melihat pemerintah hanya fokus pada pencegahan dan penindakan, namun tidak melihat progres perubahan korupsi dari tahun ke tahun.

"Harusnya negara sediakan sendiri lembaga monitoring, sehingga kita bisa mengukur perubahan yg terjadi sudah seperti apa," jelas Koordinator ICW, Adnan Topan Husodo, dalam diskusi di Kantor Staf Presiden RI, Rabu, 9 Januari 2019.

Dalam paparannya, Adnan menjelaskan, ada tiga hal penting yang harus menjadi perhatian pemerintah dalam pengangan korupsi. Tiga hal tersebut yaitu diagnosa kasus, treatment atau penanganannya, serta monitoring atau pengawasan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Sudah ada tiga-tiganya. Sayangnya yang saya catat, monitoringnya disediakan lembaga yang tak didesain pemerintah, dalam hal ini LSI (Lembaga Survei Indonesia) yang bekerjasama dengan ICW melakukan (monitoring) empat tahun berturut-turut," tambah Adnan. Adnan juga melihat bahwa korupsi saat ini masih terjadi di sektor layanan publik. Korupsi yang dilakukan bukan dalam bentuk penyuapan, melainkan pungli kepada masyarakat menengah ke bawah.

Baca: Johan: Korupsi Orde Baru Tak Terdengar karena Dibiarkan

Selain itu, korupsi layanan publik juga sering dilakukan oleh birokrat yang memiliki jabatan menengah ke bawah. Ia menyoroti, hal ini menjadi salah satu tugas Ombudsman untuk dapat membenahi kinerjanya dalam peningkatan pelayanan administrasi publik.

"Karakteristik korupsi layanan publik itu tipikalnya menyebar di tempat pelayanan publik meski dari sisi nilai itu kecil-kecil. Ada yg 100 ribu, 200 ribu, tapi itu memberatkan," tambahnya. (Santa Cicilia Sinabariba)


(DMR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi