Ilustrasi sidang Johannes Budisutrisno Kotjo - Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli.
Ilustrasi sidang Johannes Budisutrisno Kotjo - Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli.

Saham Proyek PLTU Riau-1 dari PT PJB Dibayar Swasta

Nasional Korupsi PLTU Riau-1
Damar Iradat • 18 Oktober 2018 15:35
Jakarta: PT Pembangkitan Jawa Bali (PT PJB) anak usaha PT PLN tak sanggup membayar seluruh saham mayoritas proyek PLTU Riau-1. Pembayaran berasal dari perusahaan swasta.
 
Hal ini diungkap Direktur Utama PT Samantaka Batubara AM Rudi Herlambang saat bersaksi untuk terdakwa bos Blackgold, Johannes Budisutrisno Kotjo. Rudi mengungkap proyek PLTU Riau-I sejak awal disepakati dikerjakan oleh tiga perusahaan dalam satu konsorsium. Yakni PT PJB, Blackgold Resources Natural Ltd. dan China Huadian Engineering Company Ltd.
 
"PT PJB sesuai aturan harus menyetir saham 51 persen. Kemudian, China Huadian 37 persen dan Blackgold menyetor saham 12 persen," kata Rudi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 18 Oktober 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nyatanya, PJB hanya mampu menyetor 10 persen dari 51 persen kesepakatan. Sementara, sisa 41 persen saham dibayarkan China Huadian dan Blackgold.
 
Rudi menyebut skema kerja sama itu diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2016 tentang Percepatan Infrastruktur Ketenagalistrikan. Dalam aturan, PLN harus menunjuk anak usahanya melaksanakan sembilan proyek independent power producer (IPP), termasuk proyek PLTU Riau 1.
 
(Baca juga:Eni Memfasilitasi Pertemuan BlackGold dengan PLN)
 
Dalam perpres itu pun anak usaha PLN wajib memiliki 51 persen saham dalam konsorsium. Hal itu bertujuan agar BUMN yang ditunjuk menjadi pengendali dan mendapat keuntungan paling besar.
 
Sebelumnya, Johannes Kotjo didakwa menyuap Eni dan eks Menteri Sosial Idrus Marham sebesar Rp4,750 miliar. Suap kepada dua elite Partai Golkar itu dilakukan secara bertahap dari akhir 2017 hingga Juli 2018.
 
Suap diberikan pada 18 Desember 2017, 14 Maret 2018, 8 Juni 2018, dan 13 Juli 2018. Fulus itu diberikan agar Eni dan Idrus mengegolkan Blackgold Natural Recourses Limited sebagai pemenang lelang pembangunan PLTU Riau-1.
 

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif