Koordinator MAKI Boyamin Saiman. (Medcom.id/Yona)
Koordinator MAKI Boyamin Saiman. (Medcom.id/Yona)

MAKI Laporkan Dugaan Penyimpangan Impor Sapi Terkait PMK ke Polri

Siti Yona Hukmana • 20 Mei 2022 14:57
Jakarta: Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) menyambangi Bareskrim Polri. MAKI melaporkan kasus dugaan penyimpangan izin impor sapi terkait penyakit mulut dan kuku (PMK). 
 
"Nah, sapi itu ada tiga (persoalan). Penyakit mulut kuku itu berkaitan dengan impor sapi utuh, sapi hidup. Diduga ada penyimpangan terkait dengan izin-izin impor," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 20 Mei 2022. 
 
Pihaknya juga melaporkan kasus dugaan pungutan liar pada inseminasi. Menurut dia, ada beberapa warga di Blora, Jawa Tengah, yang seharusnya mendapatkan inseminasi hewan secara gratis malah berbayar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian, terkait dugaan penyimpangan pada anggaran penggemukan sapi. Penyimpangannya diduga terjadi pada tata kelola anggaran penggemukan sapi tersebut. 
 
"Itu yang saya laporkan kepada pengaduan masyarakatnya tindak Pidana korupsi (Tipikor) Bareskrim. Tadi ketemu tim telaah, tim penyelidik," ujar Boyamin.
 
Boyamin mengatakan impor sapi terjadi di beberapa wilayah di Jawa, termasuk DKI Jakarta. Sementara itu, dugaan penyimpangan anggaran penggemukan sapi berada wilayah Jawa Timur.
 
"Kalau bicara sapi yang hidup itu hampir ke kota-kota besar, yang membutuhkan terutama Jawa, Jakarta. Kalau yang Jawa Timur tadi terkait penggemukan, anggaran penggemukan. Jadi peternak kita disubsidi untuk penggemukan, ada hibah subsidi," ucap dia.
 
Baca: PMK Jangkit Sapi Perah di 4 Kecamatan Kabupaten Bandung
 
Boyamin menyebut laporannya dilayangkan secara lisan. Hal itu sesuai mekanisme Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).
 
"Jadi tadi sudah dicatat-catat dan mudah-mudahan segera diproses. Karena ini kita kan prihatin isu setiap menjelang lebaran kan penyakit mulut dan kuku itu selalu ada. Berarti impor sapi-sapi hidup itu lah yang diduga bermasalah," ungkap Bonyamin.
 
MAKI juga telah menyerahkan beberapa berkas untuk memperkuat laporan tersebut. Berkas itu bisa menjadi petunjuk penyidik untuk melakukan pendalaman. 
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif