PT Asuransi Jiwasaraya (Persero). Foto: MI/Ramdani
PT Asuransi Jiwasaraya (Persero). Foto: MI/Ramdani

Perubahan Pedoman Investasi di Kasus Jiwasraya Dinilai Wajar

Nasional Jiwasraya
Candra Yuri Nuralam • 14 Agustus 2020 04:41
Jakarta: Pimpinan perusahaan asuransi dinilai bisa melakukan perubahan pedoman investasi untuk merubah kebijakan strategi. Perubahan ini wajar dilakukan saat kondisi perusahaan dalam kesulitan.
 
"Bapak punya hak mengubah pedoman investasi disesuaikan dengan keadaan perusahaan," kata Ahli Asuransi Irvan Raharjo dalam persidangan kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Kamis, 13 Agustus 2020.
 
Irvan mengatatakan pimpinan berwenang merubah haluan perusahaan dalam mengikuti perkembangan strategi investasi. Perubahan haluan itu bisa dilakukan saat perusahaan mengalami kerugian atau penurunan pemasukan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Iya, itu namanya bussiness judgment rule," ujar Irvan.
 
Direksi juga dinilai bisa mengontrol seluruh investasi perusahaan. Protokol investasi perusahaan asuransi sudah pasti mengatur hal tersebut.
 
"Karena tadi bapak punya bussiness judgement rule dan sama bapak punya protokol investasi," kata Irvan.
 
Ahli Keuangan dan Perbankan, Muhammad Kodrat Muis, mengatakan dalam melakukan perubahan haluan investasi pastinya akan ada untung dan rugi. Untung dan rugi itu belum bisa dihitung jika investasi baru dilakukan.
 
"Kalau belum terealisasi maka dalam laporan keuangan, belum bisa dicatat sebagai keuntungan ataupun kerugian," ujar Kodrat.
 
Baca: Saksi Kasus Jiwasraya Minta Kejagung Kembalikan Uang Rp20 Miliar
 
Anggota tim kuasa hukum direksi PT Asuransi Jiwasraya, Dion Pongkor, menyebut perubahan pedoman investasi dilakukan agar PT Asuransi Jiwasraya tidak kandas. Perubahan pedoman investasi bahkan pernah dilakukan oleh pimpinan saat baru dilantik.
 
"Kalau mau dibandingkan, Dirut Hexana Tri Sasongko waktu bersaksi juga mengaku bahwa setelah dilantik langsung merubah pedomam investasi. Alasannya, disesuaikan dengan keadaan ketika masuk Jiwasraya," kata Dion.
 
Dion menilai PT Asuransi Jiwasraya belum memberikan kerugian. Pasalnya, belum ada penghitungan kerugian dari perubahan pedoman investasi ini.
 
"Karena barang masih milik kita, cuma harga lagi turun, hal ini terjadi dalam kasus investasi Jiwasraya, padahal masih unrealized loss tapi Badan Pemeriksa Keuangan sudah menyatakan rugi secara riil," ucap Dion.
 
Dalam kasus ini jaksa penuntut umum ngotot perubahan pedoman investasi menyalahi aturan. Perubahan pedoman investasi inilah yang dinilai sebagai akar permasalahan dari korupsi di PT Asuransi Jiwasraya.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif