Djoko Tjandra (rompi oranye) tiba di Bandara Halim Perdanakusuma/Media Indonesia/Fransisco Carolio.
Djoko Tjandra (rompi oranye) tiba di Bandara Halim Perdanakusuma/Media Indonesia/Fransisco Carolio.

Polri Banjir Pujian Usai Menangkap Djoko Tjandra

Nasional kasus korupsi Djoko Tjandra
Anggi Tondi Martaon • 31 Juli 2020 13:34
Jakarta: Polri berhasil menangkap terpidana kasus korupsi hak tagih Bank Bali Djoko Tjandra. Kinerja Korps Bhayangkara itu diapresiasi banyak pihak, terutama Komisi III DPR.
 
Seperti yang disampaikan oleh Ketua Komisi III Herman Hery. Menurutnya, penangkapan Djoko sebagai bukti negara tidak kalah dengan penjahat kerah putih.
 
"Angkat topi untuk Kabareskrim (Komjen Listyo Sigit Prabowo) dan jajaran yang telah membuktikan bahwa negara tidak kalah oleh seorang Djoko Tjandra," kata Herman, Jumat, 31 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Politikus PDIP itu menilai, kinerja impresif Polri memperkuat anggapan bahwa Korps Bhayangkara tak pandang bulu menindak pelaku tindak kejahatan. Termasuk koruptor kelas kakap tersebut.
 
"Saya melihat bahwa Kabareskrim sejak awal sangat responsif dan tidak pandang bulu dalam mengusut kasus ini," kata dia.
 
Pujian juga disampaikan oleh Anggota Komisi III Sarifuddin Sudding. Dia menilai, penangkapan Djoko buah dari kerja keras Polri.
 
"Penagkapan ini tidak mudah karena yang bersangkutan telah berstatus Warga Negara Papua Nugini," kata Suding saat dihubungi.
 
Baca: Polri Diminta Menangkap Buron Kasus Korupsi Lain
 
Politikus PAN itu menilai, Polri mampu menjawab keraguan publik meski memiliki tantangan berat menangkap Djoko. Dia pun minta agar kinerja baik ini diteruskan oleh Korps Bhayangkara itu.
 
"Polri sudah membuktikan telah menangkap buron kakap dan karenanya (menangkap) buron lain pun bisa dilakukan oleh Polri," ujar dia.
 
Kemudian, Anggota Komisi III Cucun Ahmad Syamurijal menilai kemampuan Polri sangat baik dalam menjalin kerja sama dengan mitra mereka di dunia internasional. Kali ini, Polri bekerja sama dengan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) menciduk Djoko.
 
"Ini menunjukkan jika Polri mampu menggalang kerjasama internasional dalam menuntaskan sebuah kasus hukum. Ini menjadi catatan prestasi tersendiri," kata Cucun.
 
Politikus PKB itu menilai, Bareskrim dianggap mampu menyelesaikan tugas yang terukur dalam mengungkap kasus besar. Hal ini terlihat dari skenario penangkapan yang sudah disusun sejak 20 Juli 2020.
 
"Respons yang cepat dan terukur dalam menyelesaikan satu kasus besar menunjukkan jika jajaran Bareskrim terus mampu meningkatkan kualitas kinerja mereka," ujar dia.
 
Polri berhasil menangkap Djoko di Malaysia. Penangkapan dilakukan berkat kerja sama antara Korps Bhayangkara dengan Polisi Diraja Malaysia (PDRM).
 
Djoko dibawa ke Jakarta dari Malaysia menggunakan pesawat khusus. Buronan tersebut dijemput langsung oleh Kabareskrim Listyo.
 
Djoko tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 22.40 WIB, Kamis, 30 Juli 2020. Djoko langsung dibawa ke Gedung Bareskrim Mabes Polri, dan tiba sekitar pukul 23.18 WIB.
 

(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif