Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Penyelundupan Happy Five Asal Taiwan Dikendalikan Napi Cipinang

Nasional narkoba
Siti Yona Hukmana • 06 Februari 2020 16:57
Jakarta: Polisi mengantongi identitas otak peredaran 38.400 pil happy five dari Taiwan. Pengendali narkotika jenis nimetazepam itu merupakan narapidana lembaga pemasyarakatan (Lapas) Cipinang, Jakarta Timur, berinisial KA.
 
"Tersangka yang narapidana di lapas itu rencana kita akan ambil untuk dikembangkan lagi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 6 Februari 2020.
 
Yusri menuturkan KA diduga memerintahkan kurir berinisial E untuk mengambil paket happy five dari Taiwan yang dikirim melalui jasa ekspedisi PT Pos Indonesia. KA memberi upah tersangka E sebesar Rp50 juta dari dua kali pengiriman paket barang haram itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mengendalikan peredaran narkoba dari balik jeruji besi acap kali terjadi. Ini jadi masalah menahun yang tak kunjung bisa diatasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
 
Yusri menyebut polisi dan petugas lapas sejatinya telah berupaya membatasi komunikasi napi. Tapi, barang elektronik seperti telepon seluler selalu bisa masuk ke lapas dan membuat napi leluasa berkomunikasi.
 
"Bahkan kita sudah melakukan kerja sama operasi. Tetap upaya-upaya untuk memasukkan barang elektronik ke lapas itu masih dilakukan," ujar Yusri.
 
Penyelundupan Happy Five Asal Taiwan Dikendalikan Napi Cipinang
Polda Metro Jaya merilis pengungkapan penyelundupan puluhan ribu butir happy five dari Taiwan. Foto: Medcom/Siti Yona Hukmana
 
Polisi membongkar upaya penyelundupan 34.800 butir pil happy five asal Taiwan senilai Rp19,2 miliar. Narkotika ini rencananya akan diedarkan di tempat-tempat hiburan di Jakarta.
 
Pengungkapan bermula saat polisi menangkap kurir berinisial E di Jalan Tembaga Dalam, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Sabtu, 1 Februari 2020. Kontrakan tersangka yang berjarak tidak jauh dari lokasi penangkapan pun digeledah.
 
Polisi mendapati satu koper hitam berisi 32 paket berbentuk bungkus permen dengan motif pita dan logo 'love'. Satu paket itu berisi 30 saset permen warna merah bergambar bendera Inggris. Satu saset berisi 40 butir pil memabukkan tersebut.
 
Atas perbuatannya, E dijerat Pasal 62 Undang-Undang Nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika. Ancamam hukumannya, penjara paling lama 15 tahun dan denda maksimal Rp200 juta.
 

 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif