KPK Endus Penyalahgunaan Izin Tambang Jelang Pilkada 2018
Wakil Ketua KPK Laode M Syarif. Foto: MI/Rommy Pujianto
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengendus maraknya penyalahgunaan izin tambang. Penyalahgunaan izin itu bahkan semakin meningkat jelang Pilkada Serentak 2018.‎

"Menurut penelitian yang kami lakukan di KPK, banyak sekali penyalahgunaan misalnya sekitar 40 persen izin tambang tak sesuai dengan yang seharusnya. Tidak clean and clear," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dalam acara diskusi bertajuk 'Korupsi Sumber Daya Alam di Tahun Politik'‎, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 31 Mei 2018.

Laode mengakui penyalahgunaan itu melibatkan pemangku kebijakan setempat, yang juga berkompetisi dalam kontestasi tersebut. KPK mendeteksi adanya calon kepala daerah yang memiliki kedekatan dengan para pengusaha tambang.


Untuk itu, Laode mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak salah dalam memilih pemimpin. Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat yang wilayahnya memiliki kekayaan sumber daya alam untuk lebih selektif memilih calon kepala daerahnya masing-masing.

"Para calon kepala daerah ini biasanya mempunyai ikatan emosional yang kuat bahkan mempunyai konsesi-konsesi tambang sehingga perlu diwaspadai oleh masyarakat," ucap Laode.

Baca: Jokowi Rancang Sistem agar Kepala Daerah Terhindar dari Korupsi

Badan Pengawas Pemili (Bawaslu) yang ikut dalam diskusi ini pun mengharapkan masyarakat mau berpartisipasi dalam hal tersebut. Bawaslu ‎berharap agar masyarakat yang mengetahui ada tambang bermasalah untuk tak segan-segan melapor.

"Kalau jajaran kami bisa menemukan tentu akan kami tindaklanjuti. Akan sangat baik kalau kemudian kami juga bisa menerima masukan atau laporan dari masyarakat terkait hal ini," kata Divisi Sosialisasi dan Pengawasan Bawaslu Moch Afifuddin.

"Substansinya jangan sampai sumbangan ini kemudian berasal dari katakanlah uang bermasalah, uang kejahatan yang larinya kepada investasi dan hal lainnya," timpal dia.



(DMR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id