Direktur Keamanan Negara (Kamneg) Badan Intelijen dan Keamanan (BIK) Polri Brigjen Umar Effendi /Medcom.id/Siti
Direktur Keamanan Negara (Kamneg) Badan Intelijen dan Keamanan (BIK) Polri Brigjen Umar Effendi /Medcom.id/Siti

Polri: Hanya di Indonesia Pelaku Terorisme Sekeluarga

Nasional terorisme polri Teror Teroris Penegakan Hukum
Siti Yona Hukmana • 26 Januari 2022 16:36
Jakarta: Penyebaran paham ekstremisme dan terorisme di Indonesia disebut sudah sangat mengkhawatirkan. Sebab, tak jarang tindakan teror di Tanah Air melibatkan satu keluarga. 
 
"Di negara lain itu pelaku teror mungkin masih tidak bersatu dalam keluarga, mungkin ada anak-anak, perempuan, dewasa. Tapi di Indonesia ini sudah terjadi pelaku teror satu keluarga lengkap bapak, ibu, anak," kata Direktur Keamanan Negara (Kamneg) Badan Intelijen dan Keamanan (BIK) Polri Brigjen Umar Effendi dalam Halaqah Kebangsaan I Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme (BPET) MUI, Rabu, 26 Januari 2022.  
 
Baca: Teroris Lone Wolf Meningkat, Polri Gandeng Pegiat Medsos Lakukan Kontra Narasi

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Umar, penyebaran paham ekstremisme dan terorisme di Indonesia perlu menjadi perhatian bersama. Sebab, ajaran itu telah merasuki satu keluarga lengkap. 
 
"Siapa kira-kira jadi sasaran BPET, ini salah satunya ibu-ibu di rumah yang waktu luang pegang gadget buka sana sini, akhirnya terpapar. Ini salah satu menjadi perhatian kita nanti ke depan," ungkap jenderal bintang satu itu. 
 
Umar mengatakan paham ekstremisme dan terorisme itu sangat berbahaya. Dia mencontohkan kasus perang saudara di Poso dan Ambon yang terjadi saling membalas aksi terorisme serta penyebaran paham ekstremisme.
 
"Itu memicu munculnya sikap intoleran," kata dia. 
 
Menurutnya, isu seputar ekstrimisme dan terorisme akan selalu mengkhawatirkan bagi perjalananan bangsa Indonesia. Sejarah bangsa telah mengajarkan beberapa aksi teror seperti di Bali, Jakarta, Surabaya, Medan, Makassar dan lainnya. 
 
"Memang mencegah esktrimisme dan terorisme ini tidak mudah, kami sering berhadapan dengan situasi seperti ini, jadi memang perlu sinergi dan kerja sama yang sangat kuat," kata Umar. 
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif