Sebar Hoaks KTP-el, Youtuber Ditangkap

Lukman Diah Sari 21 November 2018 15:13 WIB
hoax
Sebar Hoaks KTP-el, <i>Youtuber</i> Ditangkap
Ilustrasi--Medcom.id
Jakarta: Seorang pria pemilik akun Youtube ditangkap Ditipidsiber Bareskrim Polri. Youtuber tersebut ditangkap lantaran diduga telah menyebarkan berita bohong soal 110 juta e-KTP dibuat warga Tionghoa untuk kalahkan Prabowo.

Tersangka inisial SY, 35, ditangkap pada Selasa, 20 November, pukul 21.20 WIB di Banjaran, Bandung.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, pemilik akun Youtube  https://www.youtube.com/user/arjuna*** (Ini *** lo), memposting berita tentang '110 JUTA e-KTP di BIKIN Warga Cina siap kalah kan Prabowo DI TANGKAP TNI kemana POLRI YA'.


"Konten tersebut adalah konten yang tidak benar/berita Palsu (Hoaks), yang merupakan kompilasi beberapa video," kata Dedi melalui keterangan tertulis, Rabu, 21 November 2018.

Baca: Sembilan Penyebar Hoaks Bencana Ditangkap

Kompilasi video salah satunya yakni penangkapan jajaran Polres Tidore terhadap pelaku pembuat KTP palsu pada November 2017. SY, kata Dedi, tidak mengecek kebenaran informasi yang ditemukan di news feed akun Facebook-nya.

Menurut dia, SY malah mem-posting ulang konten tersebut ke laman Youtube miliknya. SY diketahui sehari-hari bekerja sebagai teknisi komputer di Bandung.

Menurut Dedi, SY sengaja membuat akun Youtube untuk mendapat iklan dari informasi yang disebar.

"Walaupun telah memiliki 46.793 subscribers dan telah memposting 900-an video, tersangka belum pernah mendapat honor karena konten yang di-upload-nya melanggar ketentuan hak cipta yang ditentukan oleh platform," bebernya.

Dedi mengungkap informasi soal KTP-el palsu yang diposting SY telah ditonton 93 ribu kali. Dedi mengatakan berita bohong yang diunggah SY bisa menyebabkan salah paham di masyarakat.

"Penyidik menyita sejumlah peralatan yang digunakan tersangka untuk mem-posting berita bohong. Termasuk akun-akun milik tersangka sebagai alat bukti," tandasnya.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id