Lucas Pertanyakan Akun FaceTime yang Diungkap Saksi

Fachri Audhia Hafiez 06 Desember 2018 22:43 WIB
suap di ma
Lucas Pertanyakan Akun FaceTime yang Diungkap Saksi
Sidang pemeriksaan saksi Dina Soraya untuk terdakwa Lucas. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Jakarta: Terdakwa Lucas mempertanyakan akun FaceTime yang disebut dalam kesaksian Sekretaris PT Gajendra Adhi Sakti, Dina Soraya. Akun tersebut diduga sebagai Lucas yang kerap berkomunikasi dengan Dina.

Dalam persidangan terungkap, Dina mendapat permintaan bantuan seseorang penelepon dengan akun FaceTime kaisar555716@gmail.com. Permintaan itu guna membantu pelarian Chairman PT Paramount Enterprise, Eddy Sindoro untuk menghindari penyidikan KPK.

Akun tersebut tertulis dengan nama kontak 'Prof L'. Namun, Dina mengaku tidak pernah bertatap muka saat berkomunikasi dengan orang yang dianggap Lucas tersebut.


"Berarti dengan menggunakan FaceTime kaisar555716@gmail.com tidak pernah liat lawan bicaranya siapa?" tanya Lucas pada Dina di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 6 Desember 2018.

"Iya tidak pernah, hanya menggunakan komunikasi suara verbal," jawab Dina.

Dina meyakini bahwa akun tersebut adalah Lucas. Pasalnya, dia pernah mendapat pesan melalui iMessage berupa ucapan idul Fitri dari Lucas dan keluarga.

Lucas menegaskan bahwa akun tersebut bukan miliknya. Dia juga tidak pernah berkomunikasi dengan Dina melalui FaceTime.

Lucas pun meminta agar Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi untuk membuka rekaman suara dari FaceTime tersebut. Hal itu untuk membuktikan apakah akun tersebut merupakan Lucas atau bukan.

"Saya minta tolong majelis dibuka rekam suara kaisar555716@gmail.com kepada saksi supaya tahu siapa yang berbicara," ucap Lucas.

Baca: Saksi Akui Siapkan Penyamaran untuk Eddy Sindoro

Lucas sebelumnya didakwa merintangi penyidikan KPK dalam kasus yang menjerat petinggi PT Paramount Enterprise International Eddy Sindoro. Lucas menyarankan Eddy yang telah berstatus tersangka tidak kembali ke Indonesia agar terhindar dari pemeriksaan lembaga antirasuah.

Lucas didakwa melanggar Pasal 21 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.



(DMR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id