Wakil Presiden Jusuf Kalla. (Foto: MI/Adam Dwi)
Wakil Presiden Jusuf Kalla. (Foto: MI/Adam Dwi)

JK: Banyak Pengawas, Banyak Pula Korupsi

Nasional jusuf kalla
Dheri Agriesta • 21 Maret 2019 14:14
Jakarta: Pengawasan pada penggunaan anggaran dan penyelenggara negara semakin berkembang berkat perubahan teknologi. Namun, pengembangan itu dinilai tak berdampak pada penurunan koruptor.
 
Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan selama 15 tahun terakhir ada sembilan menteri yang masuk penjara karena korupsi. Hampir 20 gubernur, ratusan bupati, dan ratusan anggota DPR serta DPRD yang terjerat kasus rasuah.
 
"Itu tentu menjadi perhatian kita, begitu banyaknya yang mengawasi tapi juga makin banyak juga yang melakukannnya," kata JK dalam pembukaan rakornas pengawasan internal pemerintah di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 21 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:JK Buka Rakornas Pengawasan Internal Pemerintah
 
JK menilai rumusan korupsi juga semakin luas. Dulu, terang dia, korupsi hanya untuk memperkaya diri sendiri. Tapi, uang haram saat ini itu juga untuk memperkaya orang lain.
 
Semakin luasnya praktik korupsi membuat para pengawas, seperti Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP) juga harus meningkatkan pengawasannya. "BPKP harus lebih pintar lagi, lebih dalam lagi mengawasinya," ucap dia.
 
Dia menilai rakornas pengawasan internal ini sangat penting. Sehingga, semua memahami keutamaan dalam mengawasi aliran uang negara yang setiap 10 tahun meningkat dua kali lipat itu.
 
"Karena anggaran itu maknanya ialah bagaimana membangun bangsa ini, bagaimana memakmurkan bangsa ini, secara adil tetapi kalau kita lihat perkembangannya juga anggaran pembangunan yang sekarang disebut anggaran modal dan belanja barang tentunya," ujar dia.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif