Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Jaksa Pinangki Dinilai Lebih Tepat Dipecat

Nasional kasus korupsi Djoko Tjandra
Fachri Audhia Hafiez • 30 Juli 2020 17:11
Jakarta: Langkah Kejaksaan Agung (Kejagung) mencopot Pinangki Sirna Malasari sebagai kepala Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan dinilai tak tepat. Jaksa Pinangki dinilai lebih tepat dipecat.
 
"Yang bersangkutan harus segera diberhentikan sebagai jaksa pada Kejaksaan Agung," kata peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana dalam keterangan persnya, Kamis, 30 Juli 2020.
 
Kurnia mengatakan Kejaksaan Agung perlu mengusut motif Pinangki menemui buronan buronan kasus korupsi hak tagih Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra. Korps Adhyaksa juga mesti mengusut adanya dugaan keterlibatan Pinangki dalam pelarian Djoko.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jika iya (terlibat) maka yang bersangkutan dapat dikenakan Pasal 21 UU (Undang-Undang) Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi tentang obstruction of justice dengan ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun penjara," ucap Kurnia.
 
Senada, Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) juga menilai Pinangki layak dijatuhi sanksi pemberhentian dengan tidak hormat. MAKI menduga adanya ketidakjujuran dari Pinangki saat diperiksa Kejaksaan Agung.
 
"Sanksi tersebut belum cukup, semestinya sanksi pemberhentian dengan tidak hormat dari pegawai negeri sipil (PNS) Kejagung dan dikeluarkan dari lembaga Kejaksaan," ucap Koordinator MAKI Boyamin Saiman.
 
Boyamin menambahkan pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking, juga mengaku bertemu kliennya bersama Pinangki di Malaysia. Kejaksaan Agung dinilai menutupi tempat bepergian Pinangki selama ke luar negeri.
 
Baca: Legislator Desak Jaksa Pinangki Diseret ke Ranah Hukum
 
Kejaksaan Agung hanya menyebut Pinangki pergi ke Singapura dan Malaysia. Padahal, Pinangki diduga pernah pergi ke Amerika Serikat sebanyak dua kali.
 
"Kami meminta Komisi Kejaksaan untuk membuat rekomendasi pemecatan dengan tidak hormat dari pegawai negeri sipil terhadap jaksa Pinangki apabila terbukti dugaan pertemuan tersebut," kata Boyamin.
 

(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif