Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD. MI/Susanto
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD. MI/Susanto

Mahfud MD Apresiasi Penetapan 8 Anggota TNI AD Tersangka Pembakar Rumah Dinkes

Nasional tni papua kelompok sipil bersenjata kelompok bersenjata di papua
Cindy • 13 November 2020 14:46
Jakarta: Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengapresiasi ketegasan TNI Angkatan Darat (AD) menetapkan delapan tersangka. Sebanyak delapan prajurit ditetapkan sebagai tersangka kasus pembakaran rumah Dinas Kesehatan di Hitadipa, Intan Jaya, Papua.
 
“Alhamdulillah saya bertemu Panglima dan KSAD, yang mengonfirmasi bahwa sudah dilakukan tindakan,” kata Mahfud dalam keterangan tertulis, Jumat, 13 November 2020.
 
Mahfud mengatakan penetapan tersangka berdasarkan hasil kerja tim gabungan pencari fakta (TGPF) yang dibentuk Kemenko Polhukam dan tim invetigasi Komnas HAM. Kasus pembakaran itu siap dibawa ke pengadilan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia memastikan pelaku lain dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) bakal dibawa ke pengadilan secara bertahap. Mereka dipastikan terlibat setelah kecocokan fakta laporan TGPF dan temuan Komnas HAM.
 
“Pokoknya hukum harus ditegakkan. Apresiasi juga untuk teman-teman dari Komnas HAM yang telah melakukan penyelidikannya sendiri dan menemukan hal yang sebagian besar sama,” ujar Mahfud.
 
(Baca: 8 Prajurit TNI AD Jadi Tersangka Pembakar Rumah Dinas Kesehatan)
 
Dia mengajak seluruh pihak menjaga Papua. Mahfud mengingatkan meski berbeda pandangan politik, NKRI tetap satu.
 
"Dari Sabang sampai Merauke yang mencakup Papua, itu tidak boleh lepas dari NKRI," tegas Mahfud.
 
Sebanyak delapan prajurit TNI AD ditetapkan sebagai tersangka pembakaran rumah Dinas Kesehatan di Hitadipa, Intan Jaya, Papua. Kerugian ditaksir mencapai Rp1,3 miliar.
 
"Delapan tersangka itu, yakni Kapten Infanteri SA, Letda Infanteri KT, Serda MFA, Sertu S, Serda ISF, Kopda DP, Pratu MI, dan Prada MH," ujar Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Danpuspomad) Letjen Dodik Wijanarko, dilansir dari Mediaindonesia.com, Jumat, 13 November 2020.
 
Dodik menyebut kerugian akibat pembakaran itu akan ditanggung TNI AD. KSAD Jenderal Andika Perkasa berkomitmen membangun kembali rumah dinas kesehatan itu.
 
Pembakaran rumah dinas kesehatan ditengarai berkaitan dengan penembakan Pendeta Yeremia Zanambani. Saat itu, anggota TNI tengah melakukan penyisiran mencari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga berkaitan dengan penembakan Pratu Dwi Akbar Utomo.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif