Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

KPK: PK Jadi 'Pintu Kemurahan' bagi Koruptor

Nasional kpk kasus korupsi
Fachri Audhia Hafiez • 06 Oktober 2020 19:37
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pemotongan vonis yang didapatkan terpidana rasuah dari peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA). Upaya hukum tersebut dinilai kerap dimanfaatkan terpidana korupsi untuk segera bebas.
 
"Sekitar 50 (terpidana) semuanya mengajukan PK. Artinya PK ini dianggap 'pintu kemurahan' yang kemudian digunakan untuk menurunkan sanksi pidana," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa, 6 Oktober 2020.
 
Menurut dia, ada kesamaan putusan terhadap 22 terpidana yang dipotong masa hukumannya di tingkat PK. Indikasi kesamaan itu diyakini bakal bergulir ke 38 permohonan PK kasus korupsi yang ditangani KPK.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pimpinan Lembaga Antirasuah berencana menemui MA untuk menyampaikan pandangan terkait maraknya diskon hukuman bagi koruptor. Di sisi lain, KPK menghormati setiap putusan hakim PK.
 
"Sekali lagi supaya muruah lembaga PK yang untuk mengoreksi putusan yang sudah inkrah (terjaga)," ujar Ghufron.
 
Baca: Kadis PUPR Lampung Selatan Pengepul Duit dari Rekanan Proyek
 
Ghufron berharap PK tidak disalahgunakan untuk sekadar mencari keringanan hukuman. Pasalnya, putusan hakim beririsan dengan rasa keadilan bagi masyarakat.
 
"Harapannya menjunjung tinggi keadilan baik bagi tersangka maupun masyarakat luas," ucap Ghufron.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif