(Ilustrasi) Kebakaran di Kantor Kejaksaan Agung. Medcom.id/Zaenal Arifin
(Ilustrasi) Kebakaran di Kantor Kejaksaan Agung. Medcom.id/Zaenal Arifin

MAKI Dorong Polisi Gelar Rekonstruksi Kebakaran Kejagung

Nasional kebakaran gedung kejaksaan agung Kebakaran di Kejaksaan Agung
Siti Yona Hukmana • 24 Oktober 2020 12:56
Jakarta: Kepolisian diminta menggelar rekonstruksi kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung). Penjelasan puntung rokok menjadi penyebab kebakaran markas Korps Adhyaksa menimbulkan keraguan di masyarakat.
 
"Saya mohon kepada Bareskrim Polri segera melakukan rekonstruksi di gedung Kejaksaan Agung," kata Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Sabtu, 24 Oktober 2020.
 
Boyamin ingin penyidik gabungan Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidium) Bareskrim Polri, Kriminal Umum Polda Metro Jaya, dan Polres Metro Jakarta Selatan mereka ulang kejadian. Terutama demi memperjelas peran dan keterlibatan delapan tersangka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rekonstruksi itu diminta dilakukan mulai api muncul hingga padam. "Dan apakah memang betul mereka berusaha memadamkan, kalau memang berusaha memadamkan tentu kan bisa padam," ungkap Boyamin.
 
Baca: Jalan Panjang Pengusutan Kebakaran Kejagung
 
Boyamin perlu mengungkap reka ulang agar kecurigaan-kecurigaan muncul di tengah masyarakat terjawab. Reka ulang jika perlu diliput media massa dan ditayangkan langsung agar transparan.
 
"Pada posisi tertentu, masyarakat bisa memberikan penilaian," tutur Boyamin.
 
Sebanyak 8 tersangka bertanggung jawab dalam kebakaran Gedung Utama Kejagung. Mereka ialah Direktur Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kejagung berinisial NH, Direktur PT ARM berinisial R. Lalu, lima tukang berinisial T, H, S, K, IS dan mandor berinisial UAN.
 
Polisi menyimpulkan penyebab kebakaran gedung Kejagung karena faktor kelalain lima tukang yang merokok di tempat bekerja, yakni lantai 6 Ruang Biro Kepegawaian. Lokasi itu merupakan titik awal api.
 
Api menjalar dengan cepat karena minyak pembersih yang tersimpan di lantai tersebut mengandung bahan mudah terbakar. Minyak itu disediakan pejabat Kejagung berinisial NH dan dipasok R.
 
Seluruh tersangka dijerat Pasal 188 KUHP tentang kelalain yang menyebabkan kebakaran juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. Mereka terancam hukuman maksimal lima tahun penjara.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif