Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Gratifikasi Eks Dirut BTN, Keterlibatan Direksi Lain Didalami

Nasional Kasus Suap kasus korupsi BTN kejaksaan agung
Tri Subarkah • 08 Oktober 2020 10:54
Jakarta: Kasus dugaan gratifikasi mantan Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) periode 2012-2019, Maryono, dipertajam. Tak menutup kemungkinan direksi yang menjabat bersama Maryono ikut diperiksa.
 
"Korupsi ini kan proses, dalam proses pasti melibatkan beberapa jabatan. Nah ini yang nanti akan kita periksa, di situ bagaimana processing melalui tahapan-tahapan itu," kata Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah seperti dikutip dari Media Indonesia, Kamis, 8 Oktober 2020.
 
Maryono diduga menerima uang agar pemberian fasilitas kredit mulus. Dia diduga mendapat Rp2,275 miliar dari Direktur PT Pelangi Putera Mandiri, Yunan Anwar dan Rp870 juta dari PT Titanium Property.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Diduga Makelar Suap, Menantu Eks Dirut BTN Diperiksa
 
"Pemeriksaan kita tidak hanya di kredit ini. Tentunya secara keseluruhan kita buka, ada nggak keterlibatan pihak yang lain. Korupsi enggak mungkin tunggal, pasti ada beberapa pihak," jelas Febrie.
 
Pihaknya telah menjadwalkan pemanggilan beberapa pihak. Utamanya dari manajemen perusahaan pelat merah itu. Selain Maryono, penyidik juga menetapkan Direktur PT Pelangi Putera Mandiri Yunan Anwar sebagai tersangka pemberi suap.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif