Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal.
Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal.

Penyidikan Dana Kemah Dilanjutkan Usai Lebaran

Nasional kasus korupsi
Siti Yona Hukmana • 25 Mei 2019 09:35
Jakarta: Polda Metro Jaya akan melanjutkan penyidikan kasus dugaan korupsi dana kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia usai Idulfitri. Saat ini seluruh personel dikerahkan untuk menangani kasus kerusuhan saat aksi penolakan hasil Pemilu 2019 pada Rabu, 22 Mei 2019.
 
"Setelah Lebaran ya (dilanjutkan lagi). Seluruh direktorat lagi menangani kasus kerusuhan 22 Mei," kata Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Bhakti Suhendrawan kepada Medcom.id di Jakarta, Sabtu, 25 Mei 2019.
 
Sejauh ini, lanjut Bhakti, penyidik telah memeriksa lima mantan pengurus pimpinan pusat Pemuda Muhammadiyah, tepatnya pada Senin, 13 Mei 2019.Kelima saksi di antaranya mantan Ketua Panitia Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia, Ahmad Fanani; mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pemuda Muhammadiyah, Putra Batu Bara; dan mantan Sekretaris Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia, Virgo Sulianto Gohardi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:Bukti Dugaan Korupsi Dana Kemah Sudah Cukup
 
Kemudian, mantan Bendahara Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia, Fuji Abdurrohman dan Syahputra. Sisanya, mantan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzhar Simanjuntak yang belum memenuhi panggilan penyidik.
 
Sementara itu, penyidik telah menetapkan seorang tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia. Namun, sosok tersangka belum diumumkan.
 
"(Kita telah tetapkan) satu orang tersangka," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan di Polda Metro Jaya, Jumat, 26 April 2019.
 
Adi tak menutup kemungkinan ada tersangka lain. Ia dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tengah menyelidiki perkara ini di Yogyakarta. "Nanti bisa ada tersangka lain," ujar Adi.
 
Selain tersangka, polisi juga telah mengantongi jumlah kerugian negara yang telah diaudit oleh BPK terkait kasus korupsi ini. Totalnya, negara merugi sekitar Rp1 miliar.

 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif