Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu - Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.
Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu - Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.

Bupati Minsel Pelit Bicara Usai Pemeriksaan di KPK

Nasional OTT KPK pupuk indonesia
Candra Yuri Nuralam • 26 Juni 2019 15:53
Jakarta: Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu tak banyak bicara usai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia diperiksa sebagai saksi kasus anggota DPR Bowo Sidik Pangarso.
 
"Nanti cek saja sama penyidik yah," kata Christiany di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 26 Juni 2019.
 
Christiany dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Indung, orang kepercayaan Bowo Sidik. Dia keluar dari gedung Lembaga Antirasuah sekitar pukul 15.00 WIB.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengaku dicecar terkait kasus suap yang menjerat Bowo Sidik. Namun, dia enggan mengungkap hal-hal yang ditanyakan penyidik.
 
Bowo bersama Asty Winasti dan Indung ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait kerja sama pengangkutan pupuk milik PT Pupuk Indonesia Logistik dengan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK). Bowo dan Idung sebagai penerima sedangkan Asty pemberi suap.
 
(Baca juga:PT Inersa Jadi ` Brankas ` Suap Bowo Sidik)
 
Bowo diduga meminta fee dari PT HTK atas biaya angkut. Total fee yang diterima Bowo USD2 permetric ton. Diduga telah enam kali menerima fee di sejumlah tempat seperti rumah sakit, hotel dan kantor PT HTK sejumlah Rp221 juta dan USD85.130.
 
Uang sekitar Rp8 miliar dalam pecahan Rp20 ribu dan Rp50 ribu itu telah dimasukkan dalam amplop-amplop. Uang tersebut diduga bakal digunakan Bowo untuk 'serangan fajar' pada Pemilu 2019. Politikus Golkar itu kembali mencalonkan diri pada Pemilu 2019 di daerah pemilihan Jawa Tengah II.
 
Bowo dan Indung selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b ayat (1) atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Asty selaku penyuap dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif